Kiper Cremonese sekaligus penjaga gawang Timnas Indonesia, Emil Audero, akhirnya memberikan kabar terkini setelah menjadi korban insiden pelemparan flare dari tribun pendukung Inter Milan.
Peristiwa tersebut terjadi dalam lanjutan pertandingan Liga Italia antara Cremonese kontra Inter beberapa hari lalu.
Pada awal babak kedua, posisi gawang Cremonese berada tepat di belakang tribun yang dipenuhi suporter Inter. Situasi tersebut memicu insiden berbahaya yang hampir berujung fatal.
Dalam rekaman video yang beredar luas, terlihat flare dilemparkan ke area kotak penalti Cremonese.
Emil Audero tampak berdiri di dekat flare sambil melambaikan tangan, seolah meminta pertandingan dihentikan sementara.
Tak lama berselang, flare tersebut meledak tepat di samping posisi Emil Audero. Wasit langsung menghentikan laga dan berlari menuju kiper berusia 29 tahun itu, diikuti oleh para pemain dari kedua tim.
Audero sempat terkapar di lapangan dan menjalani pemeriksaan medis. Terdapat isyarat yang menunjukkan gangguan pendengaran serta luka di area lutut.
Meski demikian, ia tetap melanjutkan pertandingan hingga peluit akhir dibunyikan.
Pesan Emil Audero
Setelah pertandingan, Emil Audero menyampaikan kondisi terkininya melalui video yang diunggah akun resmi Cremonese.
Halo semuanya, ini hanya pesan untuk mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang menulis kepada saya untuk menanyakan kabar. Saya baik-baik saja, meskipun merasakan sakit yang hebat di telinga dan sensasi terbakar di lutut,”
kata Audero dalam rekaman video yang diunggah Cremonese.
Ia juga memastikan bahwa kondisinya cukup baik untuk kembali menjalani latihan. Meski demikian, mantan penjaga gawang Juventus ini berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di masa depan.
Saya masih bisa berlatih hari ini dan merasa lega, karena setelah melihat rekamannya, situasinya bisa jauh lebih buruk. Terlepas dari semua itu, saya senang semuanya berjalan lancar,”
ujar Audero.
Sangat disayangkan hal-hal ini masih terjadi, tetapi saya berharap hal ini akan berhenti di masa mendatang. Saya berterima kasih kepada semua yang telah menulis pesan kepada saya dan mengirimkan pelukannya,”
tutupnya.
Permintaan Maaf untuk Audero
Sebelumnya, Kapten Inter Milan, Lautaro Martinez, menyuarakan kemarahannya atas insiden pelemparan petasan tersebut.
Striker asal Argentina itu menilai tindakan suporter sangat membahayakan keselamatan pemain.
Hal-hal seperti ini seharusnya tidak pernah terjadi,”
ujar Lautaro Martinez dikutip dari CBS Sports.
Kita adalah pemain sepak bola, dan Anda membahayakan keselamatan seseorang. Permintaan maaf harus diberikan kepada Audero, seorang juara bintang kedua, dan kepada para pendukung Cremona,”
imbuhnya.
Alami Cedera Parah
Media Italia, Tuttomercatoweb, melaporkan bahwa pelaku pelemparan petasan telah berhasil diidentifikasi. Pelaku disebut bertindak nekat dan bahkan hendak melempar petasan lain.
Namun, petasan tersebut justru meledak di tangannya sendiri hingga menyebabkan cedera serius.
Pelaku, yang diyakini sebagai orang yang nekat, mengalami cedera serius saat menangani petasan lain, yang meledak di tangannya, mengakibatkan hilangnya beberapa jari. Ia dibawa ke rumah sakit dan segera setelah keluar, akan ditangkap,”
tulis laporan Tuttomercatoweb.
Akibat insiden ini, Inter Milan berpotensi menerima sanksi berupa denda dan pembatasan hak siar bagi para pendukungnya.
Presiden Inter Milan, Beppe Marotta, turut mengecam keras aksi tersebut dan menegaskan bahwa tindakan itu bertentangan dengan nilai-nilai olahraga.
