Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Olahraga

Hormati Pemain Muslim, Liga Inggris Hentikan Pertandingan Saat Buka Puasa

Kompetisi sepak bola kasta tertinggi Inggris, Liga Inggris, regulasi pertandingan selama bulan suci Ramadan kebijakan breaks, pemain berbuka

Ilustrasi Pertandingan Liga Inggris
Ilustrasi Pertandingan Liga Inggris (Foto: Instagram Mo Salah)

Kompetisi sepak bola kasta tertinggi Inggris, Liga Inggris, kembali menyesuaikan regulasi pertandingan selama bulan suci Ramadan.

Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah ramadan breaks, yakni jeda singkat di tengah pertandingan untuk memberikan kesempatan kepada pemain yang berpuasa berbuka.

Sebelum laga dimulai, kapten tim bersama offisial pertandingan akan memastikan apakah terdapat pemain yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Iklan

Jika ada, wasit akan mengatur penghentian pertandingan sementara pada waktu berbuka.

Penghentian laga ini bertujuan agar pemain Muslim dapat menyelesaikan puasanya dengan minum atau mengonsumsi asupan energi ringan.

Pertandingan Berpotensi Dihentikan

Di Inggris, waktu berbuka puasa selama Ramadan umumnya berlangsung antara pukul 17.00 hingga 19.00 waktu setempat.

Oleh sebab itu, pertandingan yang dimulai pada pukul 16.30 dan 17.30 berpeluang mendapatkan jeda berbuka puasa.

Namun, jeda tersebut tidak dijadwalkan secara khusus seperti half-time tambahan. Penghentian dilakukan secara fleksibel, menyesuaikan momen ketika bola tidak aktif, seperti tendangan bebas, tendangan gawang, dan lemparan ke dalam.

Ramadan breaks dipastikan hanya berlangsung singkat, sebagaimana yang telah diterapkan pada musim-musim sebelumnya.

Tujuannya agar ritme pertandingan tetap terjaga tanpa mengurangi hak pemain yang berpuasa.

Tradisi Ramadan Berlaku Sejak 2021

Kesepakatan mengenai waktu berbuka puasa di tengah pertandingan sebenarnya sudah diterapkan sejak 2021.

Laga pertama yang mencatat sejarah jeda Ramadan terjadi pada pertandingan Leicester City vs Crystal Palace.

Saat itu, pertandingan dihentikan sejenak menjelang menit ke-30. Dua pemain, Wesley Fofana dan Cheikhou Kouyate, memanfaatkan momen tersebut untuk berbuka puasa dengan minum dan mengonsumsi gel energi.

Sejumlah pemain Muslim ternama yang merumput di Liga Inggris diperkirakan akan memanfaatkan kebijakan ini, di antaranya: Mohamed Salah, Rayan Ait-Nouri, William Saliba, dan Amad Diallo.

Kebijakan ramadan breaks ini kembali menegaskan komitmen Liga Inggris dalam menghormati keberagaman budaya dan agama para pemainnya, tanpa mengorbankan profesionalisme kompetisi.

Iklan