Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, akhirnya memberikan klarifikasi terkait kritik yang menyebut dirinya jarang memainkan rekrutan anyar di putaran kedua Super League Indonesia musim 2025/2026.
Ia mengaku perlu menyampaikan penjelasan resmi agar suporter The Jakmania dan media memahami alasan di balik keputusannya.
Diketahui, Macan Kemayoran mendatangkan tujuh pemain baru pada paruh musim ini, yakni Fajar Fathurrahman, Alaaeddine Ajaraie, Paulo Ricardo, Shayne Pattynama, Jean Mota, Mauro Zijlstra, dan Cyrus Margono.
Dari nama-nama tersebut, hanya Alaaeddine Ajaraie dan Fajar Fathurrahman yang relatif rutin mendapat kesempatan tampil. Sementara Jean Mota dan Cyrus Margono bahkan belum mencatatkan debut.
Mauricio menilai narasi yang berkembang seolah-olah pemain baru harus langsung masuk starting eleven adalah anggapan yang keliru.
Ia memastikan kualitas para pemain anyar tidak diragukan, namun keputusan akhir tetap mempertimbangkan kebutuhan tim dan kesiapan masing-masing individu.
Jean adalah pemain hebat. Dia bermain di berbagai tim ternama. Kami tidak ragu dengan kualitas yang dia miliki. Tapi seperti yang selalu saya katakan, ini adalah Persija. Siapa pun yang memakai jerseynya punya kualitas. Dan siapa pun yang saya pilih harus memberikan hasil terbaik,”
ujar Mauricio Souza kepada awak media di Jakarta International Stadium (JIS), Kamis 19 Februari 2026.
Sorotan Jelang Laga Kontra PSM
Pelatih asal Brasil itu juga terlihat kurang nyaman ketika terus ditanya soal kemungkinan Jean Mota atau Mauro Zijlstra tampil sebagai starter saat Persija menghadapi PSM Makassar pada pekan ke-22 Super League 2025/2026.
Menurutnya, perhatian berlebihan terhadap pemain baru justru bisa mengesampingkan kontribusi pemain lama yang telah lama berjuang bersama tim.
Selama beberapa waktu ini kalian cuma bicara soal pemain baru. Sepertinya semua pemain baru yang datang lebih baik dari pemain yang sudah ada di sini. Sepertinya kami punya kewajiban memasukkan pemain baru ke lapangan demi memuaskan kalian dan suporter,”
kata Mauricio Souza.
Hanya Pelatih yang Tahu Kondisi Internal Tim
Mauricio menegaskan dirinya adalah pihak yang paling memahami kondisi fisik dan kesiapan pemain sejak pertama bergabung.
Ia menyebut publik kerap tidak mengetahui latar belakang kebugaran atau menit bermain terakhir para pemain anyar sebelum menuntut mereka langsung tampil.
Yang bersama mereka setiap hari adalah saya. Yang tahu kondisi mereka saat datang adalah saya. Dan yang menentukan kapan mereka debut adalah saya,”
tegas Mauricio Souza.
Ia bahkan menyarankan agar pihak yang mengkritik lebih dulu melakukan riset sebelum menyampaikan opini.
Mauricio juga menyinggung kecenderungan penilaian yang terlalu cepat terhadap pemain, baik yang baru maupun lama.
Sebagai penutup, Mauricio menegaskan tidak ada pemain yang akan mendapat tempat hanya karena nama besar. Semua keputusan murni berdasarkan performa dan kontribusi untuk tim.
Saya sangat percaya pada pemain saya. Tidak ada yang akan bermain karena nama besar. Mereka akan bermain karena performa. Jadi sebelum terus menuntut, cobalah hormati pemain yang sudah ada di sini. Saat saya rasa mereka harus main, mereka akan main,”
pungkas Mauricio Souza.
