Pemain berdarah Indonesia, Radja Nainggolan, mengungkapkan penyesalan terkait keputusan kariernya di level internasional. Ia mengaku seharusnya memilih membela Timnas Indonesia sejak awal, bukan Belgia.
Meski sempat dikenal sebagai salah satu gelandang top di kompetisi Italia, karier internasional Nainggolan bersama Timnas Belgia tergolong singkat. Ia hanya mencatatkan 30 penampilan (caps) sebelum akhirnya tersingkir dari skuad utama.
Pemain yang kini berusia 37 tahun itu terakhir kali tampil untuk Belgia pada tahun 2018. Situasi tersebut menjadi hal yang sulit ia terima.
Saya sangat kesulitan menerima [fakta ini]. Saya mengorbankan hidup saya untuk bisa bermain bagi timnas Belgia,”
ujar Nainggolan seperti dilansir dari Voetbal Primeur, dikutip Sabtu, 4 April 2026.
Nainggolan secara terbuka menyatakan bahwa jika mengetahui kariernya akan berakhir seperti itu di timnas, ia akan mengambil keputusan berbeda sejak awal.
Jika saya tahu akan seperti ini, saya akan memilih Indonesia lebih awal,”
ucap mantan pemain AS Roma tersebut.
Darah Indonesia dalam Diri Nainggolan
Kedekatan Nainggolan dengan Indonesia bukan tanpa alasan. Ia memiliki garis keturunan Indonesia dari sang ayah, Marianus Nainggolan, yang berasal dari Batak. Sementara ibunya, Lizy Bogaerts, merupakan warga Belgia. Hal ini membuat peluangnya untuk membela Indonesia sebenarnya terbuka sejak dulu.
Pada tahun 2023, Nainggolan sempat merasakan atmosfer sepak bola Indonesia saat bergabung dengan Bhayangkara FC. Dalam periode tersebut, ia mengaku mendapat pengalaman yang sangat berkesan.
Saya bermain sepak bola di Indonesia selama enam bulan. Rasa hormat dan apresiasi yang saya terima dari orang-orang di sana sangat berbeda dengan sepak bola Belgia,”
katanya.
Menurut Nainggolan, dukungan dan penghargaan dari masyarakat Indonesia terasa jauh lebih hangat dibandingkan yang ia rasakan di Eropa. Hal ini menjadi salah satu alasan yang memperkuat rasa penyesalannya.
Kisah Nainggolan menjadi gambaran bahwa pilihan dalam karier sepak bola, terutama terkait tim nasional, bisa berdampak besar dalam jangka panjang. Keputusan yang diambil di awal karier bisa menentukan bagaimana perjalanan seorang pemain di masa depan.



















