Ketua Umum (Ketum) PSSI Erick Thohir menegaskan perjalanan sepak bola nasional tidak selalu berjalan mulus.
Dalam proses pembenahan yang terus dilakukan, berbagai kegagalan menjadi bagian dari dinamika yang harus dihadapi bersama.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengatakan perjalanan Timnas Indonesia sampai sampai dengan saat ini tidaklah mudah.
Namun sampai dengan saat ini PSSI terus melakukan pembenahan dan menjadikan kegagalan sebagai bagian dari dinamika sepak bola Indonesia.
Hal tersebut ia sampaiikan dalam acara diskusi Water Break PSSI Pers yang mengangkat tema “96 Tahun PSSI: Fondasi Piala Dunia 2030” dan berlangsung di GBK Arena pada Kamis 16 Maret 2026.
Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, mulai dari Komite Eksekutif PSSI Hasnuryadi Sulaiman, legenda sepak bola Indonesia Rochy Putiray, pengamat sepak bola Hadi Gunawan, hingga jurnalis senior Kesit B. Handoyo.
Sejumlah tokoh penting juga turut hadir, termasuk Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Ketua Umum FFI Michael Sianipar, Direktur Kompetisi I League Asep Saputra, serta Direktur Utama PT GSI Marsal Masita.
Perkembangan Sepak Bola Indonesia Mulai Terlihat
Dalam sambutannya, Erick Thohir mengakui bahwa perjalanan sepak bola nasional masih menghadapi berbagai tantangan.
Namun, ia menilai ada perkembangan positif yang patut diapresiasi, terutama dari sisi kompetisi domestik.
Liga menunjukkan performa yang lebih baik. Indikatornya, peringkat kita naik ke posisi 18 dari sebelumnya 25,”
ucap Erick Thohir dalam sambutannya.
Untuk tim nasional, kita memang belum konsisten. Tetapi, bukan berarti program berhenti. Tim U-17 terus berjalan bersama pelatih, tim putri juga terus didorong,”
tambahnya.
Lebih lanjut, Erick Thohir menunjukkan optimisme terhadap peluang Timnas Indonesia untuk tampil di ajang Piala Dunia 2030.
Ia menilai kehadiran pelatih John Herdman menjadi bagian dari strategi membangun fondasi baru bagi tim nasional.
Terakhir, kita harus punya mimpi. Memang mimpi tidak mudah, tetapi harus diperjuangkan. Jika kita berbicara tentang Piala Dunia 2030, itu juga menjadi mimpi kita bersama,”
katanya.
Optimisme serupa juga disampaikan oleh Hasnuryadi Sulaiman. Ia menilai skuad Timnas Indonesia saat ini memiliki kualitas yang layak untuk bersaing di level dunia.
Tahun 1985 dianggap sebagai tim terbaik, maka menurut saya tim saat ini adalah yang terbaik yang kita miliki. Kita harus yakin bahwa pada 2030 kita bisa lolos ke Piala Dunia,”
jelas Hasnur.

