Menurut Erick, Herdman merupakan pelatih yang serius, disiplin, serta mampu menghargai kultur sepak bola Indonesia.
Ia juga dinilai mampu beradaptasi dan menjalin kedekatan dengan pemain maupun lingkungan sekitar.
Menurut saya, dia sangat disiplin. Mudah-mudahan bisa terus menjaga performa tim. Sangat penting memiliki pelatih yang memahami pemain, menguasai taktik, mampu beradaptasi, dan juga bisa berbaur dengan kompetisi liga,”
ujarnya.
Terkait program, Erick menyebut PSSI telah memiliki peta jalan (roadmap) untuk membawa Timnas Indonesia menuju Piala Dunia.
Salah satu langkah yang sudah dilakukan adalah menjadi tuan rumah FIFA Series.
Pada bulan Juni, kita juga sedang mencari lawan untuk pertandingan berikutnya. Mudah-mudahan segera mendapatkan satu tim, kemungkinan untuk tanggal 5. Namun, saya belum bisa menyebutkan siapa lawannya karena masih menunggu kesepakatan resmi,”
jelas Erick.
Ia juga menegaskan bahwa pengumuman lawan tidak ingin dilakukan terlalu cepat, mengingat pengalaman sebelumnya yang sempat berubah.
Setelah FIFA Series, pelatih John Herdman dijadwalkan menghadapi agenda yang cukup padat, termasuk persiapan untuk ajang AFF dan kompetisi lainnya.
Menanti Agenda FIFA ASEAN
Selain itu, PSSI juga menunggu perkembangan terkait agenda FIFA ASEAN. Erick menyebut akan ada rapat di Vancouver dan dirinya diundang untuk mengikuti pembahasan tersebut.
Sebelumnya, Presiden FIFA, Gianni Infantino, sudah menyampaikan dan bahkan telah diputuskan dalam Council FIFA bahwa agenda tersebut akan berlangsung sekitar September atau Oktober tahun ini,”
ungkap Erick.
Untuk agenda selanjutnya, Erick berharap Indonesia kembali bisa menghadirkan tim besar dunia dalam laga uji coba.
Pada bulan November, kita berharap bisa menghadirkan tim besar untuk bertanding di Indonesia. Dulu kita pernah menghadapi Argentina, dan mudah-mudahan setelah Piala Dunia nanti ada kesempatan kembali untuk melawan tim besar,”
pungkasnya.