Gelandang Dewa United, Ricky Kambuaya, menjadi sasaran serangan rasial usai tampil dalam laga melawan Persib Bandung pada pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026 yang berlangsung di Banten International Stadium, Senin 20 April 2026.
Melalui akun Instagram pribadinya, Kambuaya membagikan sejumlah tangkapan layar berisi komentar dan pesan langsung (DM) yang mengandung unsur rasial.
Bagaimana bisa? Monyet bermain sepak bola di level profesional. Dan bahkan sampai perwakilan membela negara yang dihuni para manusia. Masih kurang rasialnya. Ayo tambah lagi saudaraku,”
tutur Kambuaya.
Dukungan dan Respons dari Rekan Sesama Pemain
Kambuaya bukan satu-satunya pemain Dewa United yang angkat bicara. Bek asal Brasil, Johnathan Carlos Pereira, juga menyampaikan respons melalui media sosialnya.
Semoga Tuhan memberkatimu,”
ujar Johnathan dalam akun @johnathanjc2 pada Senin 20 April 2026.
Kasus ini kembali menyoroti masih adanya praktik diskriminasi rasial di dunia sepak bola Indonesia, terutama di ranah digital yang kerap dimanfaatkan oleh akun anonim.
Kronologi Laga: Dari Gol hingga Pergantian Pemain
Dalam pertandingan tersebut, Kambuaya tampil cukup menonjol. Ia berhasil mencetak gol kedua bagi Dewa United pada menit ke-61 setelah menerima umpan dari Noah Sadaoui.
Namun situasi berubah drastis setelah rekan setimnya, Alex Martins, menerima kartu merah pada menit ke-63.
Kondisi ini memaksa pelatih melakukan penyesuaian strategi, termasuk menarik keluar Kambuaya dan menggantinya dengan Nick Kuipers.
Keunggulan dua gol yang dimiliki Dewa United akhirnya sirna. Bermain dengan 10 orang membuat mereka kesulitan mempertahankan dominasi.
Persib Bandung berhasil memanfaatkan situasi tersebut dengan mencetak dua gol balasan, sehingga pertandingan berakhir imbang 2-2.
Hasil ini membuat Dewa United tertahan di posisi ketujuh klasemen dengan raihan 41 poin dari 28 pertandingan. Sementara itu, Persib Bandung tetap berada di puncak dengan koleksi 63 poin.

