Meski tergabung di Grup B bersama tim kuat seperti Timnas Jepang U-17, Timnas China U-17, dan Timnas Qatar U-17, Kurniawan tetap optimistis dengan peluang timnya.
Target pribadi pasti pengin meloloskan eh apa namanya, Indonesia ke Piala Dunia. Tapi kembali lagi kalau ini kan permainan sepak bola gitu kan, artinya segala kemungkinan sebelum peluit panjang atau pertandingan itu terlaksana, semua masih fifty-fifty,”
ujar Kurniawan kepada pewarta, (24/4).
Evaluasi: Finishing dan Mentalitas Jadi Sorotan
Kegagalan di turnamen sebelumnya menjadi bahan evaluasi penting bagi tim pelatih. Kurniawan menyoroti dua aspek utama yang perlu segera dibenahi, yaitu penyelesaian akhir dan semangat juang pemain.
Menurutnya, banyak peluang yang tidak berhasil dikonversi menjadi gol menjadi salah satu penyebab utama hasil kurang maksimal.
Ketika game plan kita tidak jalan, kita bermain lebih ke apa namanya, pengin cepat untuk menyamakan, sementara eh kita di saat lawan tim melakukan low block kita harus lebih sabar,”
ungkapnya.
Tekankan Mental Pemenang di Level Asia
Menghadapi persaingan di level Asia, Kurniawan menekankan pentingnya memiliki mentalitas juara serta menjaga fokus sepanjang pertandingan. Ia tidak ingin para pemain merasa inferior meski menghadapi tim-tim kuat.
Selain itu, disiplin dan sikap di dalam maupun luar lapangan juga menjadi perhatian utama demi menjaga profesionalisme tim.
Saya pengin pemain punya winning mentality itu yang paling penting. Dan yang pasti dalam pertandingan di level Asia mereka tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang elementer yang akhirnya eh menjadi bumerang buat tim kita gitu,”
tambahnya.