Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, resmi mengumumkan hasil Club Licensing untuk musim 2025/2026.
Dari hasil evaluasi tersebut, sebanyak 17 klub Super League dinyatakan lolos lisensi, sementara 11 klub Championship masih belum memenuhi persyaratan.
Klub-klub yang gagal memenuhi syarat lisensi itu bahkan terancam menerima sanksi pengurangan poin pada awal musim 2026/2027 apabila tidak segera melakukan perbaikan.
Dari seluruh peserta Super League musim ini, hanya PSBS Biak yang dipastikan tidak lolos lisensi klub.
Klub asal Papua tersebut memang menghadapi situasi sulit sepanjang musim, mulai dari persoalan stadion hingga isu finansial internal.
PSBS Biak tidak dapat menggunakan stadion kandang mereka di Papua dan terpaksa menjalani pertandingan kandang di Sleman.
Selain itu, klub juga sempat diterpa isu keterlambatan pembayaran gaji pemain.
I.League memastikan ada delapan klub yang berhasil memperoleh lisensi penuh tanpa catatan administratif.
Klub-klub tersebut adalah PSM Makassar, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, Persib Bandung, Persik Kediri, Borneo FC, Persita Tangerang, dan Dewa United.
Selain memenuhi syarat kompetisi domestik, delapan tim tersebut juga mendapatkan lisensi AFC Champions League Two (ACL 2) dengan status full granted.
Selain klub yang lolos penuh, terdapat sembilan klub lain yang tetap dinyatakan lolos lisensi namun dengan sejumlah catatan administratif.
Klub-klub tersebut antara lain Bhayangkara FC, Arema FC, Malut United, Bali United, Semen Padang FC, Madura United, Persis Solo, dan Persijap Jepara.
Mereka masih diwajibkan menyelesaikan beberapa aspek administrasi agar status lisensi benar-benar aman sepenuhnya.
Asep Saputra juga mengungkapkan bahwa tiga klub promosi berhasil memenuhi lisensi Super League sehingga posisi mereka aman untuk musim depan.
Beberapa klub Championship yang dinyatakan lolos lisensi di antaranya Garudayaksa FC, Adhyaksa FC Banten, PSIM Yogyakarta, Barito Putera, Persipura Jayapura, Deltras FC, PSMS Medan, dan PSPS Pekanbaru.
“Tiga klub promosi sudah mendapatkan lisensi, jadi posisi mereka aman. Sementara klub lain yang lolos lisensi meski tidak promosi tetap memiliki nilai tambah tersendiri,” kata Asep Saputra.
11 Klub Championship Terancam Minus Poin
I.League menyebut masih ada 11 klub Championship yang belum memenuhi syarat utama dalam kategori A lisensi klub.
Kondisi tersebut membuat klub-klub terkait berpotensi menerima hukuman pengurangan poin pada awal musim 2026/2027.
Sesuai dengan regulasi, klub-klub yang gagal memenuhi A, kita sampaikan ada konsekuensi sanksi, yang nantinya memang belum akan kita proporsikan di hukum di sana,”
jelas Asep Saputra.
Kita tidak umumkan sekarang, tapi mungkin teman-teman media pada waktunya akan melihat ketika kita merilis musim baru di klasemen bisa ada tim yang memulai dengan minus poin,”
tambhanya.
Klub Masih Bisa Ajukan Banding
Meski demikian, klub-klub yang belum lolos masih memiliki kesempatan untuk mengajukan banding hingga 22 Mei 2026.
Asep menegaskan bahwa keputusan yang diumumkan saat ini masih merupakan hasil tahap pertama sebelum proses banding selesai dilakukan.
Jadi sekali lagi ini baru keputusan tingkat pertama, tapi klub diberikan masa untuk banding atas keputusan ini sampai tanggal 22 Mei,”
ucap Asep.
Kalau ada yang banding, kalau tidak ada yang banding, tetap sama. So far belum ada. Jikalau ada yang banding, data final 22 Mei 2026,”
tuturnya.
Selain membahas Super League dan Championship, I.League juga menyoroti perkembangan klub-klub Liga Nusantara.
Menurut Asep, beberapa klub dari kasta tersebut mulai menunjukkan progres positif dalam proses profesionalisasi.
Ada empat klub dari Liga Nusantara yang sudah menjalani lisensi Championship dan tiga di antaranya granted. Ini menunjukkan arah pembinaan yang baik,”
tuturnya.

