Meski tidak terdapat aturan khusus dari FIFA yang secara spesifik mengubah prosedur pertandingan, prinsip penghormatan terhadap simbol negara tetap dijaga. Dalam praktiknya, bendera kedua negara tetap ditampilkan dengan cara yang terhormat dalam seremoni pra-pertandingan.
Makna Religius di Balik Simbol Negara
Melansir dari laman Saudinesia, di tengah bidang hijau bendera Arab Saudi terdapat kalimat tauhid yang berbunyi “La ilaha illallah Muhammad Rasulullah”. Kalimat ini merupakan syahadat, yaitu pernyataan keimanan utama dalam agama Islam.
Penempatan kalimat tauhid di bendera menunjukkan bahwa identitas keagamaan memiliki posisi penting dalam simbol negara Arab Saudi. Tulisan tersebut menggunakan kaligrafi Arab dengan gaya yang khas sehingga mudah dikenali di berbagai belahan dunia.
Selain itu, terdapat pula simbol pedang di bagian bawah kalimat tauhid yang melambangkan kekuatan, keadilan, serta sejarah penyatuan wilayah-wilayah di Jazirah Arab. Simbol ini berkaitan dengan proses berdirinya Kerajaan Arab Saudi modern di bawah kepemimpinan Raja Abdulaziz Al Saud.
Aturan Khusus Penggunaan Bendera
Kerajaan Arab Saudi memiliki aturan khusus dalam penggunaan bendera nasional karena di dalamnya terdapat kalimat tauhid yang dianggap sakral dalam Islam. Oleh karena itu, penggunaan bendera diatur secara ketat agar tidak digunakan secara sembarangan.
Larangan tersebut bertujuan untuk menjaga kehormatan tulisan suci agar tidak berada dalam posisi yang dapat dianggap tidak pantas, seperti terinjak atau diperlakukan tanpa penghormatan.
Selain itu, bendera Arab Saudi umumnya dikibarkan dalam posisi penuh sebagai bentuk penghormatan terhadap kalimat tauhid yang tercantum di dalamnya. Hal ini menjadikan bendera tersebut memiliki perlakuan yang berbeda dibandingkan banyak bendera negara lain.
Respon Netizen
Momen ini memicu netizen menilai hal itu sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai religius yang melekat pada identitas negara.
Itu sebenarnya bukan bendera Saudi tapi bendera Tauhid yg dipake Saudi,”
tulis akun @UrawaB77653.
Dalam hal ini, kita akui Arab Saudi keren sih,”
tulis @BilalFahrur.
Rispek sama panitia,”
ungkap @Futebolfandom.
Di tengah perbedaan cara setiap negara memperlakukan simbolnya, yang paling penting tetaplah prinsip saling menghormati dalam konteks internasional. Sepak bola bukan hanya tentang pertandingan di lapangan, tetapi juga tentang pertemuan berbagai identitas yang dibawa masing-masing negara.