Pep Guardiola dipastikan tidak akan menjadi pelatih baru Timnas Italia. Pelatih asal Spanyol tersebut memilih menolak tawaran dari Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) meski telah menerima pendekatan serius beserta berbagai fasilitas yang ditawarkan kepadanya.
Keputusan itu membuat FIGC harus kembali mencari sosok yang tepat untuk membangkitkan performa Gli Azzurri setelah melalui masa sulit dalam beberapa tahun terakhir.
Federasi Sepak Bola Italia tengah berusaha mengembalikan kejayaan tim nasional yang mengalami penurunan prestasi.
Kegagalan lolos ke tiga edisi Piala Dunia secara beruntun membuat penunjukan pelatih baru menjadi salah satu prioritas utama demi membangun kembali daya saing Gli Azzurri di level internasional.
Sebelumnya, Presiden FIGC Giovanni Malago mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggelar pembicaraan langsung dengan Pep Guardiola.
Bahkan, federasi disebut siap memberikan pengecualian terkait nilai kontrak demi meyakinkan mantan pelatih Manchester City tersebut menerima jabatan sebagai pelatih Timnas Italia.
Selain menawarkan kontrak bernilai besar, FIGC juga memberikan keleluasaan kepada Guardiola untuk menyusun struktur kepelatihan sesuai dengan visinya.
Harapannya, pengalaman Guardiola sebagai salah satu pelatih tersukses di era modern mampu membawa perubahan besar bagi sepak bola Italia.
Guardiola Pilih Beristirahat Setelah Tinggalkan Manchester City
Setelah mempertimbangkan tawaran tersebut, Guardiola akhirnya memutuskan untuk tidak menerima pekerjaan sebagai pelatih Timnas Italia.
Pelatih berusia 55 tahun itu memilih menjalankan rencana pribadinya untuk beristirahat setelah menghabiskan satu dekade menangani Manchester City.
Masa jeda tersebut akan dimanfaatkan Guardiola untuk memulihkan energi, menikmati waktu bersama keluarga, serta melakukan perjalanan sebelum kembali melatih di masa mendatang.
Sebelum mendekati Guardiola, FIGC ternyata lebih dahulu mencoba merekrut Carlo Ancelotti. Hal itu diungkapkan Direktur Teknik FIGC, Paolo Maldini, pada Kamis 23 Juli 2026 lalu.
Namun, peluang mendatangkan Ancelotti juga tertutup karena pelatih senior tersebut masih berkomitmen menangani Timnas Brasil. Ia memilih melanjutkan proyek bersama Selecao sehingga belum berencana kembali ke Italia dalam waktu dekat.
Andrea Pirlo Jadi Kandidat Terdepan
Setelah gagal mendapatkan dua nama besar, FIGC kini mengalihkan perhatian kepada kandidat lain yang dinilai lebih realistis.
Nama Andrea Pirlo disebut berada di posisi terdepan untuk mengisi kursi pelatih Timnas Italia. Legenda Gli Azzurri tersebut saat ini masih menjabat sebagai pelatih United FC yang bermarkas di Dubai.
Apabila resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala, Pirlo akan langsung menghadapi tugas yang tidak mudah. Timnas Italia dijadwalkan tampil di UEFA Nations League pada musim gugur mendatang dengan menghadapi lawan-lawan berat seperti Prancis, Belgia, dan Turki.
Setelah itu, fokus utama Gli Azzurri adalah mempersiapkan tim untuk mengamankan tiket menuju putaran final Euro 2028. Penolakan Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti membuat FIGC harus bergerak cepat menentukan pelatih baru.
Keputusan tersebut dinilai sangat penting agar Timnas Italia memiliki waktu yang cukup untuk membangun tim dan mempersiapkan diri menghadapi jadwal internasional yang padat dalam beberapa tahun ke depan.


















