Ketua Umum PSSI Erick Thohir akhirnya angkat bicara mengenai peluang dirinya kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PSSI untuk periode 2027–2031.
Pernyataan tersebut disampaikan seusai Kongres Biasa PSSI 2026 yang berlangsung di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.
Erick menegaskan bahwa hingga saat ini dirinya belum mengambil keputusan terkait pencalonan kembali. Ia memilih lebih dulu berdiskusi dengan pemerintah, FIFA, serta mempertimbangkan aspirasi dari masyarakat sepak bola Indonesia.
Menjelang Kongres Pemilihan PSSI 2027, nama Erick Thohir kembali menjadi sorotan. Namun, ia menegaskan belum menentukan langkah politiknya di organisasi sepak bola nasional tersebut.
Menurut Erick, keputusan untuk kembali maju tidak hanya bergantung pada keinginannya secara pribadi.
Nanti saya berdiskusi dulu dengan pemerintah, kemudian dengan FIFA dan yang akan memilih adalah masyarakat sepak bola. Itu yang kami lihat,”
ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kepentingan utama adalah memastikan sosok terbaik yang memimpin sepak bola Indonesia pada periode berikutnya.
Jadi, saya tidak dalam posisi mau atau tidak mau. Siapa pun yang terbaik untuk sepak bola Indonesia,”
imbuh Erick.
Kongres PSSI 2027
Dalam Kongres Biasa PSSI 2026, salah satu keputusan penting yang disepakati adalah perubahan jadwal Kongres Pemilihan Ketua Umum PSSI.
Semula, agenda tersebut direncanakan berlangsung pada Mei 2027. Namun, melalui persetujuan peserta kongres, pelaksanaannya resmi diundur menjadi Juli 2027.
Erick menjelaskan keputusan itu diambil agar organisasi memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan seluruh tahapan pemilihan.
Kongres memutuskan penyesuaian jadwal Kongres Pemilihan Ketua Umum dari Mei ke Juli 2027 untuk memastikan kesiapan organisasi dan keberlangsungan kompetisi,”
ungkapnya.
Menurut Erick, perubahan jadwal juga berkaitan dengan agenda pemilihan pengurus Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI yang akan digelar pada Oktober dan November tahun ini.
Proses tersebut dinilai penting karena menjadi bagian dari konsolidasi organisasi sebelum memasuki Kongres Pemilihan PSSI 2027.
Waktu tersebut dipilih guna mempertimbangkan kesiapan organisasi dan seperti diketahui, kami juga akan melakukan pemilihan PSSI provinsi pada bulan Oktober dan November ini,”
jelasnya.
Artinya, perlu ada jeda waktu untuk melakukan konsolidasi dengan PSSI provinsi untuk program-program sepak bola ke depan,”
imbuh Erick.
Kongres Biasa
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, turut memberikan penjelasan mengenai perubahan jadwal tersebut.
Ia menegaskan bahwa Kongres PSSI 2027 tetap berstatus sebagai Kongres Biasa, bukan Kongres Luar Biasa seperti yang sempat ramai diperbincangkan.
Menurut Arya, penyesuaian jadwal dilakukan sesuai ketentuan dalam statuta PSSI yang mengacu pada siklus kongres, bukan berdasarkan kalender tahunan.
Statuta PSSI itu bukan dari tanggal ke tanggal, tetapi dari kongres ke kongres yang berarti dari Kongres tahun ini ke tahun berikutnya dan bukan Kongres Luar Biasa,”
ungkap Arya.
Dan ini sudah keputusan kongres, jadi pertama keputusan kongres seperti itu dan akan dilaksanakan pada bulan Juli 2027,”
tambahnya.
Melalui keputusan yang dihasilkan dalam Kongres Biasa PSSI 2026, organisasi berharap seluruh tahapan menuju pemilihan kepengurusan periode 2027–2031 dapat berjalan lebih tertata.
Selain memberikan waktu yang cukup untuk konsolidasi dengan Asprov, perubahan jadwal juga diharapkan tidak mengganggu jalannya kompetisi nasional maupun agenda pengembangan sepak bola Indonesia yang telah disusun PSSI.




















