Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) menyoroti padatnya jadwal pertandingan yang alami oleh pemain pada Piala Presiden 2026.
Organisasi yang mewakili para pemain profesional itu menilai waktu pemulihan yang sangat singkat berpotensi membahayakan kondisi fisik pemain, terutama karena turnamen berlangsung pada masa pramusim.
Menurut APPI, jadwal pertandingan yang terlalu rapat dapat meningkatkan risiko cedera sekaligus memengaruhi kesiapan pemain menjelang bergulirnya kompetisi resmi musim 2026/2027.
Melalui unggahan di akun Instagram resminya, APPI menegaskan bahwa penyusunan jadwal pertandingan perlu menjadi perhatian serius penyelenggara.
Mereka mengingatkan bahwa masa pramusim merupakan periode penting bagi pemain untuk membangun kebugaran sekaligus beradaptasi dengan intensitas latihan setelah libur kompetisi.
APPI memandang bahwa jadwal pertandingan dengan jeda pemulihan sekitar satu hari perlu menjadi bahan evaluasi. Terlebih Piala Presiden merupakan turnamen pramusim, yaitu fase ketika pemain masih dalam proses membangun kondisi fisik, meningkatkan kapasitas kebugaran, serta beradaptasi dengan intensitas latihan dan pertandingan setelah masa jeda kompetisi,”
tulis pernyataan APPI.
APPI juga menilai minimnya waktu pemulihan dapat memberikan dampak jangka pendek maupun jangka panjang terhadap kondisi para pesepak bola.
Jadwal yang terlalu padat tanpa waktu pemulihan yang memadai berpotensi meningkatkan risiko cedera, kelelahan, serta berdampak pada performa dan kesiapan pemain dalam menghadapi kompetisi resmi,”
tulis APPI di Instagram.
Pemain Mengalami Cedera
Kekhawatiran APPI bukan tanpa alasan. Hingga memasuki fase akhir turnamen, Piala Presiden 2026 telah memakan korban dari sejumlah klub peserta.
Persib Bandung menjadi salah satu tim yang kehilangan dua pemain penting akibat cedera, yakni Berguinho dan Dion Markx.
Berguinho mengalami cedera saat menghadapi Tampines Rovers di fase grup. Proses pemulihannya diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu bulan sehingga harus menepi untuk sementara.
Sementara itu, Dion Markx juga tidak dapat melanjutkan turnamen karena mengalami masalah fisik yang didapat selama menjalani pertandingan pramusim.
Persebaya Surabaya juga menerima kabar kurang menggembirakan setelah penyerang andalan mereka, Alex Martins, mengalami cedera bahu. Cedera tersebut didapat saat Bajul Ijo menghadapi Port FC di Piala Presiden 2026.
Untuk menghindari risiko yang lebih besar, tim pelatih memutuskan mengistirahatkan sang striker agar proses pemulihan berjalan optimal sebelum Super League 2026/2027 dimulai.
Sorotan APPI menambah daftar kritik terhadap padatnya jadwal Piala Presiden 2026 yang sebelumnya juga menjadi perhatian sejumlah pelatih.
Organisasi pemain berharap penyelenggara dapat menjadikan kondisi ini sebagai bahan evaluasi agar jadwal kompetisi ke depan lebih memperhatikan aspek kesehatan, keselamatan, dan pemulihan pemain.
Dengan musim kompetisi yang segera dimulai, pengelolaan beban pertandingan dinilai menjadi faktor penting agar para pemain dapat tampil dalam kondisi terbaik sepanjang musim.




















