Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan bahwa Piala AFF 2026 bukan sekadar turnamen regional.
Menurutnya, ajang ini menjadi bagian penting dari proyek jangka panjang untuk membangun skuad yang mampu bersaing hingga target utama, yakni lolos ke Piala Dunia 2030.
Herdman menyebut setiap kompetisi yang dijalani Garuda memiliki peran dalam proses pembentukan tim menuju level yang lebih tinggi.
Herdman menjelaskan bahwa perjalanan menuju Piala Dunia 2030 dimulai dari berbagai turnamen yang dijalani secara bertahap.
Dari sudut pandang pelatih, target utama Indonesia adalah lolos ke Piala Dunia 2030. Kalau ditarik mundur, sebelumnya ada Piala Asia 2027, kemudian turnamen FIFA, dan Piala AFF,”
ujar John Herdman, Kamis 6 Agustus 2026.
Menurut pelatih asal Inggris tersebut, setiap kompetisi menjadi kesempatan untuk mempersiapkan tim agar semakin matang menghadapi tantangan di level Asia maupun dunia.
Kesempatan Emas
Pada Piala AFF 2026, Herdman memberi ruang lebih besar kepada pemain-pemain yang berkarier di kompetisi domestik.
Mereka yang sebelumnya belum mendapatkan kesempatan tampil pada FIFA Match Day Maret dan Juni 2026 kini dipercaya menunjukkan kualitasnya bersama Timnas Indonesia.
Pelatih berusia 51 tahun itu berharap para pemain mampu membuktikan kemampuan terbaik, baik secara individu maupun sebagai bagian dari tim.
Herdman mengungkapkan bahwa skuad Garuda telah menjalani masa persiapan cukup panjang sebelum tampil di Piala AFF 2026.
Selama lebih dari satu bulan, tim fokus membangun kekompakan sekaligus memperkuat identitas permainan.
Kami sudah bersama selama sekitar 33 hari. Selama periode itu kami membangun rasa persaudaraan, membentuk identitas taktik, dan memperkuat kebersamaan. Karena itu, turnamen ini menjadi ajang untuk menguji para pemain domestik Indonesia. Itulah tujuan utamanya,”
ujar Herdman.
Menurutnya, performa para pemain di turnamen ini akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menyusun skuad utama untuk Piala Asia 2027 dan Kualifikasi Piala Dunia 2030.
Misi Besar
Di balik proyek jangka panjang tersebut, Herdman memastikan Timnas Indonesia tetap memiliki target besar di Piala AFF 2026.
Ia ingin generasi Garuda saat ini menjadi tim pertama yang mampu membawa pulang trofi Piala AFF untuk Indonesia.
Di balik semua itu, tentu ada impian yang lebih besar, yaitu mempersembahkan trofi pertama bagi Indonesia dan menjadi generasi pertama yang mampu melakukannya,”
kata Herdman.
Motivasi tersebut, kata Herdman, selalu menjadi semangat bagi seluruh pemain setiap hari selama menjalani pemusatan latihan dan pertandingan.
Kami mau menjadi pelopor. Sejak hari pertama kami berkumpul, itulah pesan yang selalu kami tanamkan dalam tim,”
tambahnya.
Keinginan untuk terus melaju di Piala AFF akan diuji saat Timnas Indonesia menghadapi Singapura pada laga terakhir Grup A di Stadion Jalan Besar, Jumat 7 Agustus 2026.
Garuda wajib meraih kemenangan agar dapat memastikan langkah ke babak semifinal. Saat ini Indonesia berada di posisi ketiga klasemen dengan enam poin, tertinggal satu angka dari Singapura dan Vietnam yang sama-sama mengoleksi tujuh poin.
Menjelang pertandingan tersebut, Herdman menegaskan bahwa skuad Garuda akan tampil habis-habisan demi menjaga peluang meraih target yang telah ditetapkan.
Jika kami gagal mencapainya, itu akan sangat menyakitkan. Karena kesempatan seperti ini, ketika sudah terlewat, belum tentu akan datang lagi. Itulah mengapa saya mengatakan bahwa Indonesia adalah tim yang sedang terluka, tetapi juga sangat lapar. Besok kami tidak akan main-main,”
tambah Herdman.




















