Persebaya Surabaya resmi keluar sebagai juara Piala Presiden 2026 setelah menundukkan Persib Bandung melalui drama adu penalti yang berlangsung sengit di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis 6 Agustus 2026 malam.
Bajul Ijo memastikan gelar juara setelah menang 6-5 pada babak tos-tosan. Hasil tersebut sekaligus mengantarkan Persebaya menjadi juara baru dalam sejarah Piala Presiden.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, kedua tim langsung memperlihatkan permainan disiplin. Persib Bandung maupun Persebaya Surabaya sama-sama kesulitan menembus pertahanan lawan yang tampil solid.
Meski begitu, perlahan intensitas pertandingan meningkat. Kedua tim mulai mampu membangun serangan yang lebih berbahaya hingga memasuki area pertahanan lawan.


Persebaya sukses memecah kebuntuan pada menit ke-20 melalui skema serangan yang rapi. Berawal dari umpan terobosan di sisi kanan, Rachmat Irianto melakukan penetrasi sebelum mengirim bola ke depan gawang.
Ramadhan Sananta yang berdiri tanpa kawalan langsung menyambar bola dan menaklukkan Teja Paku Alam. Gol tersebut membawa Bajul Ijo unggul 1-0.
Keunggulan Persebaya tidak bertahan lama. Hanya empat menit berselang, Persib berhasil menyamakan skor menjadi 1-1. Patricio Matricardi memanfaatkan kelengahan lini pertahanan Persebaya untuk menyelesaikan peluang dari dalam kotak penalti.
Bek asal Argentina itu tidak menyia-nyiakan ruang yang tersedia dan sukses mengembalikan keseimbangan pertandingan. Setelah gol tersebut, duel berlangsung semakin terbuka.
Persib sempat mengancam melalui tendangan Balsa Sekulic pada menit ke-29, namun Ernando Ari tampil sigap dengan menepis bola keluar lapangan.
Hingga turun minum, kedua tim terus saling menekan, tetapi tidak ada tambahan gol. Babak pertama berakhir dengan skor imbang 1-1.
Babak Kedua Berlangsung Sengit


Memasuki babak kedua, tempo pertandingan semakin tinggi. Persib dan Persebaya silih berganti menciptakan peluang berbahaya.
Persib lebih dominan pada menit-menit akhir waktu normal dan beberapa kali memaksa lini belakang Persebaya bekerja keras.
Namun, kokohnya pertahanan kedua tim membuat skor tetap bertahan 1-1 hingga 90 menit berakhir. Laga kemudian berlanjut ke babak extra time.
Kedua tim tetap berusaha mencari gol kemenangan, tetapi permainan berlangsung ketat dan penuh kehati-hatian. Situasi berubah pada menit ke-112 ketika Persib harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Mariano Peralta menerima kartu merah.
Meski unggul jumlah pemain, Persebaya gagal memanfaatkan keuntungan tersebut. Hingga babak tambahan waktu usai, skor tetap tidak berubah.
Adu Penalti Dramatis


Pemenang akhirnya ditentukan melalui adu penalti. Persib langsung berada dalam tekanan setelah penendang pertama mereka, Uilliam Barros, gagal mencetak gol karena tendangannya berhasil ditepis kiper pengganti Persebaya, Reza Pratama.
Eksekutor berikutnya dari kedua tim tampil cukup tenang dan mampu menjalankan tugasnya. Drama kembali terjadi saat penendang terakhir Persebaya, Yuran Fernandes, juga gagal mencetak gol setelah sepakannya berhasil dibendung penjaga gawang Persib.
Adu penalti pun berlanjut hingga penendang ketujuh. Harapan Persib pupus setelah tendangan Hamra Hamzah berhasil digagalkan Reza Pratama.
Kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan sempurna oleh Giedson. Eksekusi tenangnya sukses menembus gawang Persib dan memastikan kemenangan Persebaya dengan skor 6-5.
Keberhasilan mengalahkan Persib Bandung membuat Persebaya Surabaya mencatat sejarah baru dengan meraih gelar Piala Presiden untuk pertama kalinya.
Trofi ini menjadi pencapaian penting bagi Bajul Ijo setelah sebelumnya hanya mampu finis sebagai runner-up pada edisi 2019. Selain mengukuhkan status sebagai juara baru, kemenangan dramatis ini juga menjadi modal positif Persebaya menghadapi kompetisi musim 2026/2027.























