Kompetisi Liga Putri Indonesia atau Indonesia Women’s League 2026/27 bakal kedatangan dua pemain diaspora Timnas Putri Indonesia.
Anggota Komite Eksekutif PSSI, Vivin Cahyani Sungkono, memastikan Estella Loupatty dan Isabelle Nottet akan bergabung dengan klub peserta musim depan.
Kehadiran keduanya menjadi salah satu daya tarik baru dalam penyelenggaraan kompetisi sepak bola putri nasional. Meski demikian, klub yang akan menjadi pelabuhan kedua pemain tersebut masih belum diumumkan.
Vivin mengungkapkan bahwa baru dua pemain diaspora yang dipastikan ambil bagian pada musim perdana Liga Putri Indonesia 2026/27.
Kebetulan kalau yang musim pertama ini baru ada dua pemain diaspora yang bergabung. Saya tahu butuh waktu untuk meyakinkan mereka mau join di liga putri kita. Yang pertama Isabelle Nottet, yang kedua Estella Loupatty,”
kata Vivin pada jumpa pers Liga putri Indonesia 2026/27 di Kantor I.League, Jakarta, dilansir dari Antara, Selasa, 11 Agustus 2026.
Estella dan Isabelle nantinya berstatus sebagai marquee player. Namun, Vivin belum membeberkan klub yang akan diperkuat oleh kedua pemain tersebut.
Enam Klub Liga Putri
Liga Putri Indonesia musim 2026/27 akan diikuti enam klub. Mereka adalah Persija Jakarta, Persita Tangerang, Dewa United FC, FC Bekasi City, Persikad Depok, dan Garudayaksa FC.
Masing-masing klub juga mendapatkan kuota pemain Timnas Putri Indonesia. Namun, status Estella Loupatty dan Isabelle Nottet berbeda karena keduanya masuk kategori marquee player, bukan pemain Timnas yang dialokasikan untuk setiap klub.
Kehadiran pemain diaspora tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas sekaligus daya tarik kompetisi sepak bola wanita Indonesia.
Selain marquee player, setiap klub Liga Putri Indonesia juga diperbolehkan mendaftarkan hingga empat pemain asing.
Vivin menjelaskan tidak ada tingkatan atau grade tertentu yang ditetapkan untuk pemain asing. Artinya, klub memiliki keleluasaan untuk mencari pemain sesuai kebutuhan sekaligus kemampuan finansial masing-masing.
Kalau levelnya yang pernah main di Piala Dunia mungkin tarifnya lebih banyak, perlu klub dari liga yang ikut liga juga subsidi. Ya kita serahkan semua ke kemampuan dari masing-masing klub untuk cari pemain asingnya. Itu kira-kira,”
tambah Vivin.
Triple Round-Robin
Kompetisi Liga Putri Indonesia 2026/27 akan memakai sistem triple round-robin dengan seluruh pertandingan digelar secara terpusat di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan.
Persija Jakarta dan Persita Tangerang akan menjadi dua tim yang membuka kompetisi musim ini. Dengan format tersebut, setiap klub dijadwalkan menjalani sedikitnya 15 pertandingan pada fase awal.
Pertandingan juga dikemas dengan konsep sports festival untuk meningkatkan pengalaman dan daya tarik kompetisi. Setelah fase awal berakhir, empat klub dengan posisi terbaik di klasemen akan melanjutkan perjalanan menuju semifinal.
Dua tim yang berhasil memenangkan pertandingan semifinal kemudian bertemu di partai final untuk memperebutkan gelar juara Liga Putri Indonesia 2026/27.
Dengan hadirnya dua pemain diaspora serta kuota pemain asing, musim perdana kompetisi ini diharapkan menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas dan popularitas sepak bola putri di Indonesia.



















