Timnas Indonesia masih mencari satu lawan tambahan untuk agenda FIFA Matchday November 2026. Setelah Yordania dipastikan menjadi salah satu lawan, PSSI kini menantikan kepastian dari negara lain yang berada di kawasan Timur Tengah.
Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengungkapkan bahwa komunikasi dengan calon lawan masih berlangsung. PSSI saat ini menunggu jawaban resmi terkait tawaran pertandingan uji coba tersebut.
Erick memastikan Timnas Indonesia akan melakoni dua pertandingan tandang pada FIFA Matchday November 2026. Rencana tersebut merupakan bagian dari persiapan tim yang diinginkan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman.
“Nanti tunggu surat balasan. Ya, yang pasti (Indonesia) akan main di Timur Tengah,”
kata Erick di SCTV Tower, Senin, 14 September 2026.
Dia bilang pertandingan di kawasan Timur Tengah diharapkan bisa memberikan pengalaman berbeda bagi skuad Garuda. PSSI ingin pemain mendapatkan gambaran langsung mengenai karakter permainan tim-tim dari kawasan tersebut.
“Mudah-mudahan situasi Timur Tengah juga bagus, ya, supaya persiapan (Indonesia) bisa mencoba (melawan) tim-tim Timur Tengah,”
ujar dia.
Sengaja Cari Lawan dari Timur Tengah
Pemilihan lawan dari Timur Tengah bukan tanpa alasan. Erick menilai Timnas Indonesia perlu lebih sering menghadapi tim dengan karakter permainan yang berbeda, terutama karena skuad Garuda selama ini kerap mengalami kesulitan ketika berhadapan dengan negara-negara dari kawasan tersebut.
Gaya bermain tim Timur Tengah yang dikenal mengandalkan permainan fisik menjadi salah satu aspek yang ingin dipelajari Timnas Indonesia.
Pertandingan uji coba pada November nanti diharapkan dapat menjadi simulasi penting bagi Jay Idzes dan kawan-kawan. Selain kekuatan fisik, Erick juga menyoroti karakter pertandingan sepak bola Timur Tengah yang dinilai berintensitas tinggi.
Agenda FIFA Matchday menjadi salah satu bagian dari persiapan jangka panjang Timnas Indonesia. PSSI ingin skuad Garuda mendapatkan lawan yang mampu menguji kemampuan tim sebelum menghadapi persaingan yang lebih berat di masa mendatang.
Terlebih, Timnas Indonesia memiliki target besar untuk lolos ke Piala Dunia 2030. Maka, semakin banyak pengalaman menghadapi berbagai karakter lawan dinilai akan membantu perkembangan tim.
Erick pun kembali menegaskan alasan PSSI memburu lawan dari Timur Tengah untuk agenda FIFA Matchday tersebut.
“Ya, tim Timur Tengah yang terkenal juga penuh bola keras dan dramanya,”
tutup mantan Presiden Inter Milan tersebut.






