Todd Boehly selaku salah satu pemilik Chelsea, menjual sahamnya kepada pemilik mayoritas Chelsea, Clearlake Capital yang dipimpin oleh Behdad Eghbali dan Jose Feliciano.

“Merupakan suatu kehormatan untuk menjabat sebagai Ketua Chelsea Football Club. Saya ingin berterima kasih kepada banyak pihak yang telah membantu mengamankan masa depan yang cerah bagi klub ini, termasuk Liga Premier Inggris, para pelatih dan pemain, kepemimpinan dan staf yang berbakat di Chelsea, serta jutaan penggemar setia,”

ujar Todd, dilansir dari Sky Sports, Sabtu,19 September 2026.

Tidak Sendiri

Kepergian ini tidak sendiri. Direktur Mark Walter juga turut menjual sahamnya kepada Clearlake Capital. Total saham yang dijual Boehly dan Walter mencapai 25 persen. Kesepakatan tersebut membuat Clearlake Capital mengambil kendali penuh atas Chelsea dengan kepemilikan sebesar 86,5 persen. Sementara itu, miliarder asal Swiss, Hansjorg Wyss, tetap memiliki 13,5 persen saham klub.

Kesepakatan tersebut membuat nilai Chelsea mencapai £5 miliar. Boehly dan Walter juga disebut memperoleh keuntungan kecil dari investasi mereka. Selain melepas saham, mereka juga mundur dari jajaran Dewan Chelsea sehingga tidak lagi memiliki peran dalam tata kelola, manajemen maupun pengambilan keputusan klub.

Boehly sempat menjadi wajah dari konsorsium yang membeli Chelsea pada 2022. Namun, sejak Clearlake menjadi pemegang saham mayoritas, Behdad Eghbali disebut menjadi figur paling berpengaruh di klub.

Pengaruh Boehly

Peran Boehly dalam perkembangan Chelsea tidak terlepas dari proses pengambilalihan klub pada 2022. Boehly menjadi wajah dari konsorsium yang membeli Chelsea setelah Roman Abramovich dipaksa pemerintah Inggris untuk menjual klub tersebut dengan nilai £2,5 miliar.

Selama berada di Chelsea, Boehly juga terlibat dalam keputusan olahraga klub. Pada bursa transfer pertama, ketika menjabat sebagai Direktur Olahraga Interim, Chelsea mendatangkan sejumlah pemain hebat seperti Raheem Sterling, Kalidou Koulibaly, Marc Cucurella, Wesley Fofana, Pierre-Emerick Aubameyang dan Denis Zakaria.

Namun, perjalanan Boehly di Chelsea juga sempat diwarnai perbedaan pandangan dengan Clearlake. Pada 2024, Boehly disebut tidak puas dengan cara klub dijalankan dan tidak menginginkan Mauricio Pochettino meninggalkan posisi pelatih pada Mei tahun tersebut.

Chelsea saat ini berada di bawah kepemimpinan Clearlake Capital dengan Xabi Alonso sebagai pelatih. Dilansir dari  Sky Sports, Alonso mendapat dukungan penuh dari pemilik klub dan terdapat keselarasan antara dirinya dengan jajaran direksi terkait strategi Chelsea.

Clearlake juga menyatakan akan terus melakukan investasi pada infrastruktur klub, performa olahraga dan pengembangan pemain. Strategi transfer Chelsea disebut tetap berfokus pada pemain muda terbaik dunia, sembari mendatangkan pemain yang sudah siap memberikan dampak langsung di Premier League.