Performa tersebut membuat Veda perlahan masuk ke persaingan papan atas hingga akhirnya menembus posisi keempat.
Peluang mempertahankan posisi tersebut kemudian buyar ketika balapan memasuki lima lap terakhir. Veda terlibat insiden dengan pembalap asal Spanyol, David Munoz, di Tikungan 4.
Munoz terjatuh setelah insiden tersebut dan Veda kemudian dijatuhi Long Lap Penalty karena dinilai menyebabkan rivalnya terjatuh.
Veda pun harus menjalani hukuman tersebut di tengah persaingan ketat menuju garis finis. Namun, masalah kembali muncul ketika eksekusi penalti pertamanya dinilai tidak tepat sehingga ia harus mengulang Long Lap Penalty.
Hukuman kedua yang dijalani pada lap terakhir membuat Veda kehilangan banyak posisi. Dari sempat berada di urutan keempat, ia akhirnya harus melintasi garis finis di posisi ke-13.
Meski hasil di Austria tidak sesuai harapan, Veda kini langsung mengalihkan fokus ke seri berikutnya. Ia memiliki pengalaman membalap di Sirkuit Motegi, Jepang, dan bertekad memberikan penampilan terbaik pada seri tersebut.
Balapan selanjutnya di Motegi, saya sudah punya pengalaman di sana, saya akan mencoba untuk tetap stay dan saya akan melakukan yang terbaik untuk di Motegi,”
ucapnya.
Hasil di Austria membuat Veda Ega Pratama kini menempati posisi kedelapan klasemen sementara Moto3 dengan koleksi 100 poin.
Persaingan Veda akan berlanjut pada awal Oktober. Ia dijadwalkan tampil di Motegi, Jepang, pada 1-4 Oktober 2026, sebelum kembali berlaga di hadapan publik Indonesia dalam Moto3 Mandalika pada 9-11 Oktober 2026.
Dua seri tersebut menjadi kesempatan berikutnya bagi Veda untuk kembali meraih hasil maksimal setelah kehilangan posisi penting di Austria akibat penalti.