Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir memberikan apresiasi kepada tim bulu tangkis beregu putra Indonesia yang sukses meraih medali emas pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.

Medali tersebut menjadi emas pertama yang dipersembahkan Kontingen Indonesia dalam ajang Asian Games 2026.

Prestasi itu terasa semakin istimewa karena tim beregu putra bulu tangkis Indonesia harus menunggu selama 28 tahun untuk kembali berdiri di podium tertinggi Asian Games.

Keberhasilan tim bulu tangkis beregu putra Indonesia menaklukkan China di partai final mendapat perhatian dari Erick Thohir. Menpora menyampaikan apresiasi atas perjuangan para atlet yang berhasil membawa pulang medali emas pertama untuk Indonesia di Aichi-Nagoya.

Alhamdulillah, saya mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim bulu tangkis beregu putra yang berhasil mengalahkan China dan mempersembahkan emas pertama bagi Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026,”

ujar Erick.

Kemenangan tersebut sekaligus mengakhiri penantian panjang Indonesia di nomor beregu putra bulu tangkis. Terakhir kali emas dari nomor tersebut diraih Indonesia pada Asian Games 1998.

Penantian 28 Tahun Berakhir

Erick Thohir menilai keberhasilan tim bulu tangkis beregu putra memiliki catatan sejarah tersendiri. Setelah 28 tahun, Indonesia akhirnya kembali meraih medali emas pada nomor yang sama di ajang olahraga terbesar se-Asia tersebut.

Kemenangan ini sangat istimewa karena setelah 28 tahun, Indonesia kembali meraih emas beregu putra bulu tangkis di Asian Games. Terakhir kali kita mendapatkan emas dari nomor ini adalah pada 1998,”

kata Erick.

Raihan tersebut menjadi salah satu pencapaian penting bagi bulu tangkis Indonesia di Asian Games 2026 sekaligus membuka perolehan emas Kontingen Merah Putih di Aichi-Nagoya.

Menurut Erick, kesuksesan tim beregu putra Indonesia tidak terlepas dari kerja keras dan persiapan yang dilakukan sebelum serta selama pertandingan. Ia juga menyoroti kedisiplinan dan semangat juang para atlet dalam menghadapi persaingan di Asian Games.

Ini adalah kemenangan yang lahir dari perjuangan, kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah para atlet serta seluruh tim yang mendampingi. Mereka menunjukkan bahwa ketika kita bekerja keras, mempersiapkan diri dengan baik, dan berjuang bersama, Indonesia mampu berdiri sejajar dengan negara-negara terbaik Asia,”

Selain memberikan apresiasi kepada para pemain, Erick juga menyampaikan penghargaan kepada PP PBSI, jajaran pelatih, tim medis, dan seluruh ofisial yang ikut mendukung perjuangan skuad bulu tangkis Indonesia.

Peran mereka dinilai penting dalam menjaga kesiapan atlet hingga mampu mencapai hasil maksimal di Asian Games 2026.

Suntikan Semangat

Erick Thohir berharap keberhasilan tim beregu putra bulu tangkis Indonesia dapat memberikan tambahan motivasi bagi atlet-atlet Merah Putih yang masih bertanding di Aichi-Nagoya.

Saya berharap emas ini menjadi momentum dan suntikan semangat bagi seluruh Kontingen Indonesia yang masih berjuang di Asian Games Aichi-Nagoya. Mari terus berjuang, terus memberikan yang terbaik, dan membawa pulang medali emas untuk masyarakat Indonesia,”

jelas Erick.

Pada pertandingan final, tim beregu putra Indonesia harus melewati pertarungan sengit melawan China. Sempat tertinggal 0-2, skuad Merah Putih mampu bangkit dan membalikkan keadaan hingga akhirnya menang dramatis dengan skor 3-2.

Comeback tersebut memastikan Indonesia meraih emas pertama di Asian Games 2026 sekaligus mengakhiri penantian 28 tahun untuk kembali berjaya di nomor beregu putra bulu tangkis.