Enam pemain menjadi bagian penting dalam perjuangan tim bulu tangkis putra Indonesia merebut medali emas nomor beregu putra Asian Games 2026. 

Jonatan Christie, Fajar Alfian, Muhammad Shohibul Fikri, Alwi Farhan, Leo Rolly Carnando, Daniel Marthin, dan Moh. Zaki Ubaidillah tampil dalam perjalanan Indonesia hingga mengalahkan China 3-2 di partai final.

Jonatan Christie

Jonatan Christie menjadi salah satu pemain senior dalam skuad Indonesia. Atlet kelahiran Jakarta, 15 September 1997, itu tercatat sebagai pemain tunggal putra dan telah lama menjadi bagian dari tim nasional. 

Profil PBSI mencatat Jonatan sudah tampil di level internasional sejak usia muda dan menjadi bagian dari skuad Indonesia di berbagai kejuaraan besar.

Dalam perjalanan kariernya, Jonatan telah mengoleksi sejumlah prestasi penting, termasuk medali emas Asian Games 2018 dan gelar juara Badminton Asia Championships 2024 serta All England 2024. 

Pada Asian Games 2026, Jonatan kembali menyumbangkan medali emas bersama tim beregu putra Indonesia.

Di final Asian Games 2026, Jonatan tampil pada partai pembuka menghadapi Shi Yu Qi. Ia harus mengakui keunggulan pemain China tersebut dalam dua gim dengan skor 13-21, 18-21. 

Meski gagal menyumbangkan poin, perjuangan Indonesia kemudian berlanjut hingga akhirnya rekan-rekannya membalikkan keadaan dan menang 3-2.

Fajar Alfian

Fajar Alfian merupakan pemain spesialis ganda putra. Atlet kelahiran Bandung, 7 Maret 1995, tersebut masuk Pelatnas pada 2014 dan tercatat sebagai salah satu pemain utama sektor ganda putra Indonesia. 

Sepanjang kariernya, Fajar telah meraih berbagai gelar bersama sejumlah pasangan. Salah satu pencapaian terbarunya adalah gelar Japan Open 2026 bersama Muhammad Shohibul Fikri setelah mengalahkan pasangan Korea Selatan Kim Won Ho/Seo Seung Jae di final.

Di Asian Games 2026, Fajar berpasangan dengan Muhammad Shohibul Fikri. Keduanya tampil pada partai ganda putra dalam final melawan China dan harus menjalani pertandingan tiga gim sebelum kalah 20-22, 21-19, 14-21. 

Muhammad Shohibul Fikri

Muhammad Shohibul Fikri lahir di Bandung, 16 November 1999. Ia mulai bermain bulu tangkis sejak usia lima tahun dan masuk Pelatnas pada 2017. Fikri tercatat sebagai pemain ganda putra utama PBSI.

Bersama Fajar, Fikri menjadi bagian dari tim Indonesia di Asian Games 2026. Keduanya juga telah meraih sejumlah prestasi sepanjang musim 2026, termasuk gelar Japan Open dan sejumlah podium turnamen BWF lainnya.

Pada final melawan China, Fajar/Fikri tampil di partai kedua menghadapi Liang Wei Keng/Wang Chang. Mereka sempat memenangi gim kedua, tetapi akhirnya kalah 20-22, 21-19, 14-21.

Alwi Farhan

Alwi Farhan menjadi salah satu pemain muda yang tampil penting dalam perjalanan Indonesia menuju emas. Atlet kelahiran Surakarta, 12 Mei 2005, tersebut masuk Pelatnas pada 2021 dan sebelumnya berlatih di Panorama Solo.

Di level internasional, Alwi mulai mengumpulkan prestasi di kategori senior. Pada 2026, ia tercatat menjuarai Indonesia Masters dan Australia Open, selain meraih sejumlah podium pada turnamen lainnya. 

Dalam final Asian Games 2026, Alwi tampil pada partai ketiga menghadapi Li Shi Feng. Setelah Indonesia tertinggal 0-2, Alwi berhasil memperkecil ketertinggalan dengan kemenangan 23-21, 15-21, 21-16. 

Kemenangan tersebut menjadi titik balik bagi Indonesia dalam mengejar China.

Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin

Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin menjadi pasangan ganda putra yang tampil pada partai keempat final. Keduanya sama-sama kelahiran 2001 dan telah lama menjadi bagian dari pembinaan bulu tangkis nasional.

Leo Rolly Carnando lahir di Klaten, 29 Juli 2001 dan masuk Pelatnas pada 2017. Ia memiliki rekam jejak panjang sejak level junior, termasuk menjadi juara dunia junior 2018 di nomor ganda campuran dan juara dunia junior 2019 di ganda putra.

Sementara Daniel Marthin lahir di Jakarta, 31 Juli 2001 dan juga masuk Pelatnas pada 2017. Keduanya menjadi pasangan ganda putra Indonesia yang kembali tampil bersama dan meraih sejumlah gelar, termasuk Thailand Open dan Taipei Open 2026.

Di final Asian Games 2026, Leo/Daniel menghadapi He Ji Ting/Liu Yi. Mereka berhasil mengamankan kemenangan dua gim langsung dengan skor 23-21, 21-10. 

Hasil tersebut membuat Indonesia menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dan memaksa pertandingan berlanjut ke partai penentuan.

Moh. Zaki Ubaidillah

Moh. Zaki Ubaidillah menjadi sosok yang memastikan emas Indonesia. Pemain tunggal putra kelahiran Sampang, 26 Juni 2007, tersebut masuk Pelatnas pada 2024. 

Dalam profil PBSI, Zaki juga tercatat berasal dari Sampang/Ketapang dan mulai bermain bulu tangkis sejak usia lima tahun.

Sebelum menembus tim senior, Zaki telah menorehkan prestasi di level junior, termasuk menjadi juara Piala Suhandinata World Junior Championships 2024 serta meraih medali perunggu tunggal putra World Junior Championships 2024. Ia juga menjuarai Indonesia Masters Super 100 pada 2024. 

Pada partai terakhir final Asian Games 2026, Zaki menghadapi Weng Hong Yang. Tampil sebagai penentu setelah Indonesia menyamakan kedudukan 2-2, Zaki mampu memenangkan pertandingan dua gim dengan skor 23-21, 21-13.

Kemenangan Zaki memastikan Indonesia membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal 0-2 dari China. Indonesia akhirnya menang 3-2 dan merebut medali emas pertama bagi kontingen Indonesia di Asian Games 2026.

Enam pemain tersebut memperlihatkan perjalanan berbeda sebelum akhirnya berada dalam satu tim di Asian Games 2026. 

Dari Jonatan sebagai pemain senior hingga Zaki yang masih muda, mereka menjadi bagian dari skuad yang membawa Indonesia melewati final dramatis lima pertandingan melawan China.