Pelatih Malaysia Tan Cheng Hoe kembali ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) untuk menghadapi Timnas Indonesia pada laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di GBK, Senin malam, 28 September 2026 .

Stadion tersebut menyimpan sejumlah pengalaman berharga bagi pelatih berusia 58 tahun itu, termasuk kemenangan atas skuad Garuda.

Pertandingan ini menjadi sangat penting karena kedua tim sama-sama mengantongi tiga poin dari laga pembuka. Laga ini juga akan menentukan pemuncak klasemen grup.

Tak Asing

GBK bukanlah stadion yang asing bagi Tan Cheng Hoe. Salah satu kenangan paling menonjol terjadi pada 2019, ketika dirinya berstatus sebagai Pelatih Kepala Timnas Malaysia.

Saat itu, Malaysia berhasil membawa pulang kemenangan 3-2 atas Indonesia dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022. Hasil tersebut menjadi salah satu momen yang membuat Tan Cheng Hoe memiliki memori khusus ketika kembali ke SUGBK.

Namun, hubungan Tan Cheng Hoe dengan GBK sebenarnya sudah terjalin jauh sebelum kemenangan tersebut. Ketika masih menjadi asisten pelatih, ia turut berada dalam tim Malaysia yang sukses meraih gelar Piala AFF 2010 dan SEA Games 2011.

Dalam kedua turnamen tersebut, Malaysia berhasil mengalahkan Indonesia pada pertandingan final yang digelar di SUGBK.

Pengalaman tersebut membuat GBK menjadi salah satu stadion yang memiliki cerita tersendiri dalam perjalanan karier Tan Cheng Hoe bersama sepak bola Malaysia.

“Memori yang baik dari pertandingan di GBK? Ya, tentu saja. Saya pernah memenangkan pertandingan di sini pada 2019 dalam kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia,”

kata Tan Cheng Hoe kepada awak media di Jakarta.

Tak Mau Terjebak Masa Lalu

Meski memiliki rekam pengalaman positif ketika berhadapan dengan Indonesia di GBK, Tan Cheng Hoe memilih untuk tidak menjadikan catatan masa lalu sebagai patokan pertandingan kali ini.

Dia berpendapat duel Malaysia kontra Indonesia dalam FIFA ASEAN Cup 2026 memiliki kondisi yang berbeda. Kompetisi, atmosfer, hingga komposisi pemain kedua tim sudah berubah dibandingkan pertemuan lalu.

“Itu merupakan salah satu memori terbaik bagi saya. Tentu saja, pertandingan melawan Indonesia adalah pertandingan, kompetisi, suasana, serta para pemain juga berbeda,”

ujar dia.

Tan Cheng Hoe menegaskan bahwa seluruh anggota tim Malaysia kini lebih fokus menghadapi pertandingan yang ada di depan mata.

“Jadi, kami semua menantikan pertandingan. Semua orang di dalam tim sangat antusias menunggu pertandingan tersebut,”

imbuh dia.

Sama-Sama Punya Tiga Poin

Malaysia datang ke Jakarta dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih kemenangan besar pada pertandingan pertama Grup A.

Harimau Malaya sukses mengalahkan Bangladesh dengan skor 3-0. Arif Aiman tampil sebagai salah satu pemain kunci setelah mencetak dua gol, sedangkan satu gol lain disumbangkan Bergson Da Silva.

Tambahan tiga poin tersebut membuat Malaysia berada di posisi teratas Grup A untuk sementara. Mereka unggul produktivitas gol atas Timnas Indonesia yang juga mengoleksi tiga poin.

Sedangkan Indonesia mengawali turnamen dengan kemenangan 2-0 atas Singapura. Hasil tersebut membuat persaingan di Grup A semakin ketat menjelang pertemuan kedua tim di GBK.

Dengan kondisi tersebut, pertandingan Malaysia vs Indonesia bukan sekadar duel dua rival tradisional Asia Tenggara. Hasil laga ini juga berpotensi menentukan siapa yang akan menguasai puncak klasemen Grup A.

Tan Cheng Hoe memastikan persiapan Malaysia menjelang pertandingan berjalan sesuai dengan rencana. Ia juga menyebut seluruh pemain yang dibawa ke Jakarta berada dalam kondisi antusias untuk menghadapi Timnas Indonesia.

“Persiapan sangat bagus, sangat baik. Kami merasa 23 pemain yang ada saat ini memang sangat bersemangat dan sudah tidak sabar menantikan pertandingan melawan Indonesia besok,”

aku dia.

Duel Timnas Indonesia melawan Malaysia di GBK pun dipastikan menjadi pertandingan yang sarat perhatian. Selain mempertaruhkan gengsi dua negara bertetangga, kemenangan juga dapat membuka jalan bagi salah satu tim untuk menjadi penguasa grup.