Pelatih Timnas Indonesia John Herdman terkejut dengan hasil pertandingan Malaysia kontra Singapura yang berakhir dengan skor telak 6-0. Hasil tersebut turut memengaruhi persaingan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 hingga akhirnya Indonesia memastikan tempat di final.

Malaysia mencatat kemenangan besar atas Singapura di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis, 1 September 2026. Pada waktu yang hampir bersamaan, Timnas Indonesia meraih kemenangan 9-2 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Dua hasil tersebut membuat persaingan Indonesia dan Malaysia menjadi sangat ketat. Herdman pun mengaku tidak menyangka Malaysia mampu mencetak enam gol tanpa balas ke gawang Singapura.

Herdman mengatakan timnya mengetahui hasil pertandingan Malaysia melawan Singapura. Namun, skor akhir yang tercipta di Stadion Si Jalak Harupat menjadi sesuatu yang di luar perkiraan.

“Kami tahu apa yang terjadi dalam pertandingan lain. Kami hanya tidak tahu bagaimana mungkin Malaysia bisa mengalahkan Singapura 6-0,”

kata Herdman, dikutip pada Jumat, 2 Oktober 2026.

Menurut Herdman, skor tersebut tergolong tidak biasa jika melihat rekam jejak pertemuan kedua negara. Ia menyebut pertandingan Malaysia dan Singapura biasanya berlangsung dengan margin skor yang lebih tipis.

“Kalau melihat sejarah pertemuan mereka, itu belum pernah terjadi. Biasanya skornya 1-1, 2-1, atau 2-0. Skor terbesar sebelumnya adalah 4-1,”

ujar pelatih asal Inggris tersebut.

Gol: Penentu Nasib Indonesia

Persaingan Indonesia dan Malaysia di Grup A ditentukan oleh produktivitas gol. Kedua tim sama-sama mengoleksi tujuh poin dan memiliki selisih gol plus sembilan.

Situasi tersebut membuat jumlah gol yang dicetak menjadi pembeda. Herdman bahkan harus menyampaikan kepada para pemain bahwa Timnas Indonesia membutuhkan tambahan satu gol agar bisa memastikan sebagai pemuncak grup.

Momen tersebut sempat membuat Elkan Baggott tidak langsung percaya dengan informasi yang disampaikan pelatihnya. Herdman kemudian menceritakan percakapan tersebut di ruang ganti.

“Dia mengira itu sebuah trik atau taktik. Sampai Emil dengan jelas mengatakan kepadanya, ‘Elkan, kita butuh satu gol lagi’,”

ucap Herdman.

Timnas Indonesia kemudian mencetak dua gol tambahan pada masa injury time melalui Kevin Diks dan Mitchell Baker. Kemenangan 9-2 atas Bangladesh membuat Garuda mengoleksi total 11 gol, unggul dua gol dari Malaysia.

Pertandingan Paling Gila!

Kemenangan dengan margin tujuh gol atas Bangladesh memang menjadi salah satu hasil mencolok bagi Timnas Indonesia. Namun, Herdman menegaskan bahwa pertandingan tersebut bukan kemenangan terbesar sepanjang karier kepelatihannya.

Pelatih asal Inggris itu justru menggambarkan pertandingan Indonesia kontra Bangladesh sebagai laga yang sangat tidak biasa dan penuh drama.

“Ini adalah pertandingan paling gila yang pernah saya jalani,”

aku dia.

Rekor kemenangan terbesar Herdman terjadi ketika ia masih menangani Timnas Kanada. Pada 30 Maret 2021, Kanada mengalahkan Kepulauan Cayman dengan skor 11-0 dalam ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Berkat kemenangan 9-2 atas Bangladesh, Timnas Indonesia berhasil finis sebagai juara Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Sementara itu, Malaysia harus puas berada di posisi kedua dan selanjutnya akan tampil dalam perebutan tempat ketiga.

Keberhasilan Indonesia melaju ke final juga menjadi momentum penting bagi Herdman setelah mendapat sorotan dari suporter. Tekanan sempat meningkat setelah Indonesia hanya bermain imbang 0-0 melawan Malaysia. 

Dalam pertandingan tersebut, sebagian suporter di SUGBK bahkan meneriakkan nama Shin Tae-yong. Kini, Herdman berhasil membawa Indonesia melewati fase grup dan berhak tampil di partai final.