Anggota Exco PSSI Arya Sinulingga memberikan respons terhadap langkah Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) yang melaporkan persoalan tambahan waktu pertandingan Timnas Indonesia vs Bangladesh kepada FIFA.

Laporan tersebut berkaitan dengan perubahan waktu tambahan dalam laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Injury time yang semula ditampilkan selama dua menit kemudian berubah menjadi tujuh menit.

FAM meminta FIFA meninjau keputusan perangkat pertandingan terkait perubahan tersebut. Langkah Malaysia itu mendapat tanggapan dari Arya yang menilai persoalan tersebut tidak bisa dilepaskan dari kontroversi pertandingan Malaysia vs Singapura.

Arya menyampaikan pandangannya melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan tersebut, ia menilai laporan Malaysia kepada FIFA sebagai upaya untuk mengalihkan perhatian dari persoalan lain yang sebelumnya menjadi sorotan.

Arya secara khusus menyinggung dugaan permainan tidak sportif dalam pertandingan Malaysia melawan Singapura yang berakhir dengan kemenangan 6-0 bagi Harimau Malaya.

“Alihkan isu permainan kotor dengan melaporkan tambahan waktu,” tulis Arya Sinulingga melalui akun Instagram pribadinya pada Sabtu, 3 Oktober 2026.

Pernyataan tersebut merupakan pandangan Arya dalam merespons langkah FAM. Adapun tudingan mengenai permainan tidak sportif tersebut merupakan pernyataan Arya dan bukan kesimpulan resmi FIFA.

Periksa Tambahan Waktu

FAM sebelumnya menyampaikan keberatan terhadap perubahan waktu tambahan dalam pertandingan Indonesia vs Bangladesh.

Federasi sepak bola Malaysia tersebut meminta penjelasan mengenai dasar serta prosedur yang digunakan perangkat pertandingan dalam menentukan injury time.

Perubahan dari dua menit menjadi tujuh menit menjadi perhatian Malaysia karena hasil pertandingan Indonesia vs Bangladesh berpengaruh langsung terhadap persaingan Grup A.

Dalam laga tersebut, Timnas Indonesia menang telak 9-2 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.

Kemenangan tersebut membawa skuad Garuda finis di posisi teratas Grup A dan memastikan tiket ke final FIFA ASEAN Cup 2026.

Polemik Menjelang Final

Persoalan tambahan waktu semakin menambah warna dalam persaingan Indonesia dan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026. Sebelumnya, pertandingan Malaysia vs Singapura juga menjadi sorotan setelah Harimau Malaya meraih kemenangan besar 6-0.

Hasil tersebut sempat membuat Malaysia berada dalam posisi menguntungkan dalam perebutan tiket final. Namun, kemenangan 9-2 Indonesia atas Bangladesh membuat skuad Garuda unggul dalam produktivitas gol dan akhirnya melaju ke partai puncak.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir juga sempat memberikan pernyataan setelah pertandingan Indonesia melawan Bangladesh. Ia menyinggung perasaan masyarakat Indonesia setelah laga yang berlangsung penuh drama tersebut.

Allah Subhanahu wa ta’ala bersama Indonesia. Tuhan bersama kita semua,”

ujar Erick Thohir, usai laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Kamis, 1 Oktober 2026.

Erick juga menyebut media tentu memahami bagaimana perasaan masyarakat Indonesia terkait sejumlah pertandingan yang berlangsung.

Namun, pernyataan tersebut tidak secara spesifik menjelaskan sikap resmi PSSI mengenai laporan FAM kepada FIFA.

Fokus Hadapi Thailand

Di tengah polemik yang berkembang, Timnas Indonesia kini harus mengalihkan perhatian sepenuhnya kepada pertandingan final FIFA ASEAN Cup 2026.

Skuad Garuda akan menghadapi Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026. Thailand memastikan tempat di final setelah mengakhiri fase grup sebagai pemuncak Grup B.

Indonesia sendiri mengamankan tiket final setelah mengalahkan Bangladesh 9-2 pada laga terakhir Grup A. Pertandingan Indonesia vs Thailand akan menjadi penentu tim yang berhak mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026.

Sementara itu, laporan FAM mengenai tambahan waktu pertandingan Indonesia vs Bangladesh masih menunggu tindak lanjut dari FIFA.

Berdasarkan materi yang tersedia, belum terdapat keputusan resmi FIFA terkait permintaan Malaysia untuk meninjau persoalan tersebut.