Gelandang Timnas Indonesia, Luke Vickery, mengungkapkan perasaannya setelah Timnas Indonesia berhasil memastikan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026.
Pemain tersebut menyebut kemenangan atas Thailand menjadi pengalaman yang begitu emosional dan sulit dituangkan sepenuhnya melalui kata-kata.
Timnas Indonesia harus melewati final yang berlangsung ketat di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit, penentuan juara akhirnya harus dilakukan melalui adu penalti.
Situasi tersebut membuat pertandingan berjalan penuh ketegangan. Momentum beberapa kali berubah dan kedua tim sama-sama memiliki peluang untuk mengamankan kemenangan sebelum akhirnya harus beradu penalti.
Sulit untuk menggambarkan pertandingan seperti ini. Ada begitu banyak emosi, begitu banyak perubahan momentum,”
ujar Vickery dikutip dari laman resmi FIFA 07 Oktober 2026.
Turnamen Pertama Vickery
FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi turnamen pertama Luke Vickery bersama Timnas Indonesia. Perjalanan tersebut terasa semakin spesial karena ia mampu memberikan kontribusi berupa gol dan assist sepanjang kompetisi.
Meski mencatatkan performa positif secara individu, Vickery menilai pencapaian pribadi bukanlah hal utama. Ia masih ingin meningkatkan kemampuannya setelah mendapatkan pengalaman berharga bersama skuad Garuda.
Saya ingin terus berkembang. Saya mencetak sejumlah gol dan memberikan sejumlah assist di turnamen ini. Namun, pada akhirnya, kami keluar sebagai juara dan hanya itu yang terpenting,”
kata Vickery.
Keberhasilan menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 juga memiliki arti besar bagi sepak bola Indonesia. Gelar tersebut mengakhiri penantian selama 35 tahun untuk kembali meraih trofi di kawasan Asia Tenggara.
Bagi Vickery, seluruh kerja keras yang dilakukan para pemain sepanjang turnamen terasa semakin berharga setelah ditutup dengan keberhasilan mengangkat trofi.
Perjalanan panjang selama kompetisi, kontribusi pemain, serta perjuangan hingga babak adu penalti akhirnya terbayar dengan gelar juara.
Bagi Vickery, pencapaian bersama Timnas Indonesia itulah yang menjadi bagian terpenting dari turnamen perdananya bersama Garuda.






