Cristiano Ronaldo kembali menjadi sorotan karena meninggalkan tempat latihan Timnas Portugal akibat sang pelatih, Jorge Jesus, tidak kunjung memberikannya menit bermain selama tiga pertandingan beruntun.

Ronaldo akhirnya menjelaskan melalui unggahan Instagram pribadinya. Dia mengatakan keputusannya meninggalkan pemusatan latiham berkaitan dengan kesepakatan mengenai waktu bermain yang telah dibicarakan dibicarakan bersama Jesus.

Dia direncanakan bermain dalam pertandingan melawan Norwegia dan Denmark demi menjaga kondisi fisik.

Perjanjian dengan Pelatih

Dikutip dari Instagram @cristiano, 7 Oktober 2026, Ronaldo menyebut sang pelatih berjanji memainkannya 30 menit saat menghadapi Norwegia pada pekan ke-4 UEFA Nations League.  Ronaldo pun melakukan pemanasan sejak babak kedua, tetapi hingga peluit akhir berbunyi ia tak bermain.

“Pelatih Kepala bertanya apakah saya oke untuk bermain 30 menit? Saya benar-benar fokus pada pemulihan fisik saya, terintegrasi dengan rekan-rekan setim seperti biasa, dan berpikir bahwa saya tidak akan bermain hari itu. Tidak masalah sama sekali,”

kata Ronaldo.

Hingga pada pertandingan selanjutnya pemain Al Nassr tersebut kembali tidak dimainkan. Maka, ia memilih meninggalkan tempat latihan usai menganggap pelatih ingkar janji.

“Ini adalah kedua kalinya dia gagal menepati janji kepada saya. Saya memutuskan untuk meninggalkan pemusatan tanpa menunggu janji yang dilanggar lagi. Bagi saya, kebenaran masih merupakan hal terpenting dalam hubungan antar manusia. Tidak peduli seberapa menyakitkan, katakan yang sebenarnya kepada saya,”

ujar Ronaldo.

Meski begitu, ia mengakui bahwa keputusannya tersebut merupakan kesalahan. Kemudian ia meminta maaf kepada para suporter karena tidak menyapa mereka setelah pertandingan melawan Norwegia, serta meminta maaf kepada rekan-rekannya karena meninggalkan tim dan mengakui bahwa statusnya sebagai kapten membuat tindakannya memiliki tanggung jawab yang lebih besar.

“Saya juga berutang permintaan maaf kepada rekan-rekan setim Tim Nasional saya karena telah meninggalkan pemusatan. Terlepas dari pelanggaran kepercayaan yang mutlak terhadap janji Pelatih Kepala, seperti yang dapat dibuktikan oleh siapa pun yang menyaksikan percakapan ini, saya seharusnya tidak melakukannya. Tanggung jawab sepenuhnya ada pada saya,”

tutur dia.

Saya meminta maaf kepada rakyat Portugal sekali lagi. Tetapi ingkar janji, bagi saya, memiliki dampak yang menentukan. Saya merasa bahwa, sejak saat itu, keberadaan saya hanya akan merugikan grup, dan saya melakukan apa yang selalu saya katakan akan saya lakukan jika saya tidak merasa berguna: saya mengemasi tas saya dan pergi,”

lanjut Ronaldo.

Siap Menerima Hukuman

Ronaldo menyatakan siap menerima hukuman dari Federasi Sepak Bola Portugal atas tindakannya meninggalkan tempat latihan.

“Konsekuensi dari tindakan saya ini harus dinilai dan dihukum oleh Federasi Sepak Bola Portugal. Saya yakin hukuman itu seharusnya tidak memiliki faktor yang meringankan. Saya bukan pemain biasa. Saya seorang kapten tim, dan itu adalah faktor yang memberatkan,”

kata dia.

Meski terjadi konflik dengan pelatih, Ronaldo menegaskan dirinya belum menutup pintu untuk kembali membela Portugal. Ia mengatakan akan tetap tersedia untuk timnas setelah menjalani hukuman yang mungkin diberikan, selama dirinya dalam kondisi fit dan masih tampil bersama klub.

Dengan pernyataan tersebut, Ronaldo sekaligus menegaskan bahwa kepergiannya dari pemusatan latihan bukan berarti ia mengakhiri karier bersama Timnas Portugal. Bahkan ia masih ingin membela negaranya dan mengejar ambisi menuju seribu gol.