Megabintang Argentina Lionel Messi menjalani momen perpisahan yang sangat berbeda ketika meninggalkan Timnas Argentina dibandingkan saat berpisah dengan Barcelona.

Messi memutuskan mengakhiri kiprahnya bersama Timnas Argentina pada akhir Agustus. Momen perpisahan kemudian berlangsung ketika La Pulga tampil menghadapi Benin pada Rabu, 7 Oktober 2026.

Tidak seperti perpisahannya dengan Barcelona, Messi kali ini mendapatkan kesempatan untuk mengucapkan salam perpisahan di hadapan puluhan ribu pendukung Argentina.

Stadion Monumental dipenuhi lebih dari 80 ribu penonton yang hadir untuk menyaksikan laga tersebut.

Perpisahan itu bahkan berlangsung semakin sempurna karena Messi ikut menjadi aktor utama kemenangan Argentina atas Benin dengan skor 3-0.

Dalam pertandingan tersebut, Messi bukan sekadar hadir untuk menjalani seremoni perpisahan. Pemain berusia 39 tahun itu turut memberikan kontribusi besar di atas lapangan.

Messi mencetak satu gol untuk La Albiceleste sekaligus mencatatkan dua assist. Umpan-umpannya membantu Nicolas Otamendi dan Nico Paz mencatatkan nama di papan skor.

Dengan demikian, pertandingan terakhir Messi bersama Argentina berakhir dengan pesta kemenangan. Sang megabintang meninggalkan panggung internasional dalam suasana yang penuh penghormatan dari publik Argentina.

Situasi tersebut sangat berbeda dengan perpisahan Messi bersama Barcelona lima tahun sebelumnya.

Perpisahan Berujung Pahit

Messi meninggalkan Barcelona pada Agustus 2021 setelah klub menghadapi persoalan finansial. Padahal, Blaugrana merupakan klub yang membesarkan namanya sekaligus menjadi tempat Messi meraih berbagai gelar bergengsi selama bertahun-tahun.

Masalah keuangan yang dialami Barcelona membuat klub tidak mampu mempertahankan Messi dengan beban gaji yang dimilikinya.

Alhasil, sang pemain harus meninggalkan Camp Nou dan kemudian bergabung dengan Paris Saint-Germain pada musim 2021/2022.

Perpisahan Messi dengan Barcelona pun tidak berlangsung seperti yang diharapkan banyak pihak.

Pertandingan terakhir Messi bersama Barcelona terjadi pada Mei 2021 ketika Blaugrana menghadapi Celta Vigo di Stadion Camp Nou. Namun, pandemi Covid-19 membuat pertandingan tersebut berlangsung tanpa kehadiran penonton.

Kondisi itu membuat Messi tidak mendapatkan kesempatan untuk mengucapkan perpisahan secara langsung kepada publik Camp Nou yang selama bertahun-tahun menjadi saksi perjalanan kariernya.

Kesedihan tersebut semakin terasa karena Barcelona harus menelan kekalahan 1-2 dari Celta Vigo. Messi sempat membawa timnya unggul lebih dulu melalui gol pada menit ke-28.

Namun, keunggulan Barcelona tidak bertahan. Celta Vigo membalikkan keadaan lewat dua gol yang dicetak Santi Mina.

Dua Cerita Berbeda

Perbedaan suasana antara dua perpisahan tersebut sangat mencolok. Saat meninggalkan Barcelona, Messi harus pergi dalam situasi penuh ketidakpastian akibat persoalan finansial klub dan pandemi yang membuat Camp Nou kosong.

Sebaliknya, perpisahan bersama Argentina berlangsung di hadapan lebih dari 80 ribu suporter. Messi bahkan mampu menutup perjalanan internasionalnya dengan penampilan gemilang dan kemenangan 3-0 atas Benin.

Dua momen tersebut menjadi gambaran berbeda dari perjalanan panjang Lionel Messi. Jika Barcelona menjadi klub yang membesarkan namanya, Argentina memberikan kesempatan bagi Messi untuk menutup perjalanan bersama tim nasional dengan sebuah perpisahan yang jauh lebih meriah dan berkesan.