Shin Tae-yong juga menegaskan bahwa selesainya masa rehabilitasi bukan berarti Marselino otomatis bisa langsung dimainkan dalam pertandingan.
Setelah pulih dari cedera, Marselino masih harus melewati tahapan berikutnya untuk mengembalikan kebugaran dan kondisi fisiknya. Hal itu penting agar ia mampu mengikuti program latihan serta menghadapi intensitas pertandingan kompetitif.
Menurut Shin, kesiapan fisik akan menjadi salah satu faktor utama sebelum Marselino mendapatkan kesempatan tampil bersama Persija.
Itu tergantung pada tekad dan kemauan dari dirinya sendiri. Level kebugarannya harus meningkat terlebih dahulu agar bisa bermain,”
ucap Shin Tae-yong saat ditemui di Persija Training Ground, Bojongsari, Sawangan, Rabu, 7 Oktober 2026.
Nama Besar Bukan Jaminan
Marselino Ferdinan dikenal sebagai salah satu pemain muda Indonesia yang memiliki pengalaman di level internasional.
Namun, reputasi tersebut tidak akan menjadi alasan bagi Shin Tae-yong untuk langsung menurunkannya setelah kembali dari cedera.
Pelatih asal Korea Selatan itu ingin memastikan Marselino benar-benar berada dalam kondisi terbaik sebelum mendapat menit bermain.
Dia tidak bisa bermain hanya bermodalkan nama besarnya saja,”
tegas mantan pelatih Timnas Indonesia itu.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa aspek kebugaran dan kesiapan pemain tetap menjadi pertimbangan utama Shin dalam menentukan komposisi Persija.
Persija juga mengambil keputusan untuk tidak buru-buru meminta Marselino kembali ke Indonesia. Berdasarkan laporan medis serta perkembangan rehabilitasi yang sedang dijalaninya, proses pemulihan di Spanyol dinilai masih menjadi pilihan terbaik.
Marselino bahkan sudah menjalani program tersebut sebelum resmi menandatangani kontrak dengan Persija. Karena itu, klub memilih memberikan kesempatan kepada sang pemain untuk menuntaskan proses pemulihannya terlebih dahulu.
Sebelum menandatangani kontrak, dia sudah menjalani program pemulihan di dalam sistem yang bagus di sana,”
ucap pelatih 55 tahun.
Setelah menerima laporan terkait perkembangan kondisi Marselino, Persija kemudian melakukan pertimbangan untuk menentukan langkah yang paling tepat bagi proses pemulihan pemain barunya tersebut.
Jadi, setelah kami menerima laporan dan mempertimbangkannya, kami memutuskan memang lebih baik dia melakukannya di sana,”
sambung Shin Tae-yong.
Tak Ingin Marselino Dipaksakan
Shin Tae-yong menilai Marselino saat ini belum mencapai tahap yang memungkinkan dirinya mengikuti latihan normal bersama skuad Persija.
Daripada mengambil risiko dengan mempercepat proses kepulangannya, Persija memilih membiarkan Marselino melanjutkan program rehabilitasi hingga kondisinya benar-benar siap.
Karena saat ini program rehabilitasinya belum berada di tahap untuk bergabung dengan latihan tim, maka lebih baik dia tetap di sana,”
terang mantan pelatih Timnas Korea Selatan tersebut.
Dengan kondisi tersebut, Persija masih harus menunggu perkembangan Marselino dalam beberapa pekan ke depan. Jika proses pemulihan berjalan lancar, ia diharapkan dapat bergabung pada November.
Namun, apabila kondisinya belum memungkinkan, debut Marselino bersama Persija berpotensi kembali mundur hingga Januari 2027.
Klub pun tampaknya lebih memilih memastikan sang pemain pulih secara optimal daripada mengambil risiko dengan memaksanya kembali terlalu cepat.