Parade menghadirkan sejumlah nama besar di dunia balap motor, di antaranya Marc Márquez, Fabio Di Giannantonio, Franco Morbidelli, Marco Bezzecchi, Brad Binder, dan Máximo Quiles.
Kehadiran pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji, turut menambah antusiasme masyarakat. Momen ini sekaligus menjadi kesempatan bagi penggemar untuk memberikan dukungan kepada talenta nasional yang tampil di kompetisi balap internasional.
Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Troy Warokka menyampaikan bahwa parade tersebut menjadi salah satu cara untuk membawa kemeriahan MotoGP lebih dekat kepada masyarakat.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menyaksikan kompetisi di sirkuit, tetapi juga merasakan langsung atmosfer MotoGP di jantung Kota Mataram,”
ujar dia, dikutip pada Jumat, 9 Oktober 2026.
Tradisional Meriahkan Mataram
Keseruan parade tidak hanya berasal dari kehadiran para pembalap. Sepanjang rute kegiatan, masyarakat juga disuguhi atraksi budaya yang memadukan dunia motorsport dengan tradisi khas daerah.
Suasana semakin meriah ketika rangkaian acara berlanjut di Taman Udayana. Pengunjung dapat mengikuti sesi meet and greet, menikmati permainan tradisional, menyaksikan pertunjukan Gendang Beleq, hingga mendapatkan suvenir.
Para pembalap juga ikut memainkan Gendang Beleq, salah satu kesenian tradisional yang identik dengan Lombok. Keterlibatan mereka menghadirkan pengalaman berbeda bagi masyarakat sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya NTB kepada pengunjung dari berbagai daerah.
Kombinasi balap motor dan tradisi lokal ini memperlihatkan bahwa MotoGP Mandalika tidak hanya menawarkan tontonan olahraga, tetapi juga pengalaman wisata yang beragam.
Perkuat Potensi Sport Tourism NTB
Riders Parade menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman MotoGP di luar Pertamina Mandalika International Circuit. Melalui kegiatan di ruang publik, masyarakat dapat berinteraksi langsung dengan pembalap tanpa harus datang ke area sirkuit.
Konsep tersebut juga memperlihatkan potensi sport tourism atau pariwisata berbasis olahraga. Ajang balap internasional menjadi daya tarik utama, sementara budaya lokal dan keterlibatan masyarakat menambah nilai pengalaman bagi wisatawan.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengapresiasi sambutan masyarakat terhadap para pembalap yang hadir di Mataram.
“Riders Parade menjadi kesempatan untuk bertemu langsung dengan para pembalap dunia sekaligus memberikan dukungan kepada pembalap Indonesia. Kami berharap momentum Pertamina Grand Prix of Indonesia semakin memperkuat semangat motorsport nasional, menginspirasi generasi muda, dan menumbuhkan kebanggaan terhadap talenta Indonesia yang berkompetisi di panggung dunia,”
kata Baron.
Dukungan dan antusiasme masyarakat tersebut menjadi bagian penting dalam membangun atmosfer menjelang balapan utama. Kehadiran pembalap dunia di tengah kota juga memberikan ruang bagi penggemar untuk merasakan suasana MotoGP secara lebih dekat.
Ajang Promosi Pariwisata Mandalika
Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan Mandalika dan NTB sebagai destinasi sport tourism kepada khalayak yang lebih luas.
Ajang ini mempertemukan penggemar motorsport, masyarakat setempat, pelaku pariwisata, serta berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan pendukung. Aktivitas tersebut membuka peluang bagi masyarakat untuk ikut merasakan manfaat dari penyelenggaraan acara olahraga berskala internasional.
Di sisi lain, tradisi dan kesenian lokal memperoleh kesempatan untuk tampil di hadapan audiens yang lebih beragam. Perpaduan olahraga dan budaya pun menjadi bagian dari pengalaman wisata yang ditawarkan kepada pengunjung.
Melalui rangkaian Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, kemeriahan MotoGP tidak hanya terasa di lintasan Mandalika, tetapi juga menyebar hingga jalanan Kota Mataram. Olahraga, budaya, dan pariwisata berpadu untuk memperkenalkan potensi NTB kepada dunia.