Setelah penyelidikan cukup lama, City dinyatakan bersalah oleh Komisi Independen atas lebih dari 100 pelanggaran aturan finansial yang berlangsung selama periode 2009 hingga 2018. Klub juga dinyatakan melanggar aturan terkait transparansi selama proses penyelidikan berlangsung
UEFA Pernah Hukum City
Kasus terbaru ini bukan pertama kali City berurusan dengan UEFA. Pada 2014, City pernah mencapai kesepakatan dengan UEFA setelah dituduh melanggar aturan Financial Fair Play (FFP) dan dikenai denda sebesar 49 juta poundsterling.
Pada 2020, UEFA kembali menyatakan City bersalah karena melanggar aturan FFP. Klub teresebut kemudian dijatuhi denda 30 juta Euro dan mendapat larangan tampil di kompetisi Eropa selama dua musim.
Menunggu Proses Banding
2 Oktober, City telah mengajukan banding terhadap putusan Komisi Independen. Proses banding akan dilakukan secara tertutup hingga hasil dapat dipublikasikan.
Premier League juga masih harus menentukan sanksi untuk pelanggaran yang dinyatakan terbukti. Berdasarkan aturan kompetisi, sanksi dapat berupa denda, pengurangan poin hingga kemungkinan degradasi ke English Football League.
Sementara itu, UEFA memilih menunggu proses di Premier League selesai sebelum mempertimbangkan tindakan lebih lanjut. Artinya, City masih menghadapi kemungkinan ada proses lanjutan setelah persoalan dengan Premier League selesai.
Klub Lain Ikutan Melaporkan
Beberapa klub Premier League juga telah menunjuk pengacara untuk menilai kerugian-kerugian yang didapatkan setelah The Citizens meraih beberapa gelar juara dari kompetisi domestik maupun internasional.
Mantan pemain Liverpool, Jamie Carragher, mengatakan agar Premier League segera memutuskan hukuman.
“Sekarang publik tahu bahwa mereka bersalah. Ada banding, tetapi sekarang mereka telah mendapatkan vonis bersalah yang besar sejak awal. Saya rasa tidak ada yang mau menunggu. Ini harus dilakukan musim ini, karena City perlu terpengaruh untuk musim depan,” ujar Carragher dikutip dari SkySports.