Selain kerusakan bus, seorang media officer Persib, Pandu Persada, dilaporkan mengalami pemukulan hingga mengalami luka berdarah di wajah.
Seorang pemain muda Persib bernama Ridwan juga disebut mengalami perlakuan tidak menyenangkan dalam insiden tersebut.
Sejumlah Barang Hilang
Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan bus rombongan Persib mengalami kerusakan setelah dilempari batu.
Manajemen klub juga menyampaikan bahwa sejumlah koper milik ofisial dan tim EPA Persib U-18 dilaporkan dijarah.
Berdasarkan informasi awal yang diterima manajemen Persib, kelompok yang diduga melakukan penyerangan disebut berasal dari rombongan suporter Persija Jakarta yang sedang dalam perjalanan pulang setelah mendukung timnya bertanding di Yogyakarta.
Meski demikian, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan resmi. Identitas para pelaku maupun motif kejadian masih perlu dipastikan melalui penyelidikan pihak berwenang.
Manajemen Persib saat ini juga melakukan pendataan untuk mengetahui tingkat kerusakan kendaraan, barang-barang yang hilang, serta total kerugian akibat insiden di Rest Area Batang tersebut.
Kronologi Pandu Persada dan Ridwan
Insiden bermula ketika Pandu Persada dan Ridwan berada di area toilet rest area. Saat hendak kembali ke bus, keduanya dilaporkan terpisah dari rombongan akibat situasi di lokasi yang tidak kondusif dan banyaknya orang.
Bus yang membawa rombongan EPA Persib kemudian melanjutkan perjalanan lebih dahulu. Akibatnya, Pandu dan Ridwan tertinggal di Rest Area Batang KM 360.
Dalam situasi tersebut, Pandu dilaporkan mengalami kekerasan fisik dari sejumlah orang yang diduga terlibat dalam penyerangan.
Untuk menghindari ancaman lanjutan, ia berusaha menyelamatkan diri dengan berlindung di tempat tambal ban yang berada di area rest area.
Sementara itu, Ridwan dilaporkan berhasil meninggalkan lokasi dengan selamat. Ia mendapat tumpangan menggunakan mobil milik orang tua salah satu pemain. Kenek bus rombongan EPA juga berada di kendaraan tersebut.
Evakuasi Pandu Persada
Setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut, manajemen Persib memprioritaskan keselamatan Pandu Persada.
Klub juga berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk memastikan kondisinya dan mengupayakan proses evakuasi dari lokasi kejadian.
Dalam keterangan resminya, manajemen Persib menjelaskan langkah koordinasi yang sedang dilakukan untuk menangani situasi tersebut.
Hingga laporan ini disusun, Persib masih melakukan koordinasi secara intensif dengan pihak kepolisian di wilayah Batang, Jawa Tengah, untuk memastikan keselamatan dan mengupayakan pengamanan serta evakuasi Pandu dari lokasi kejadian,”
ungkap manajemen Persib dalam keterangannya.
Manajemen juga terus memantau kondisi para personel yang terdampak. Informasi lebih lanjut mengenai kondisi fisik Pandu dan penanganan korban masih diperlukan seiring berjalannya proses penanganan insiden.
Selain memastikan keselamatan personel, Persib menyiapkan langkah lanjutan untuk mengungkap kronologi kejadian secara menyeluruh.
Upaya tersebut mencakup pengumpulan keterangan dari korban dan saksi, dokumentasi kerusakan bus, serta pendataan barang-barang milik ofisial dan pemain yang dilaporkan hilang.
Manajemen juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menindaklanjuti dugaan kekerasan fisik, perusakan kendaraan, dan penjarahan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Hingga keterangan tersebut disampaikan, identitas pelaku dan motif penyerangan belum dipastikan. Informasi mengenai dugaan keterlibatan rombongan suporter Persija Jakarta masih sebatas keterangan awal yang diterima manajemen Persib.
Persib menunggu perkembangan penanganan dari aparat penegak hukum untuk memastikan kronologi kejadian sekaligus mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Keselamatan seluruh personel yang terlibat tetap menjadi prioritas manajemen, sementara proses pendataan kerusakan dan barang hilang terus dilakukan untuk mendukung tindak lanjut kasus tersebut.