Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Olahraga

Pelemparan Bus Jakmania di Palikanci: Sinyal Darurat Rivalitas Buta Sepak Bola Nasional

PP The Jakmania menegaskan bahwa penanganan insiden kekerasan harus berlaku bagi semua pihak, baik suporter, pemain, maupun ofisial klub.

Ilustrasi penyerangan bus rombongan Jakmania, 12 Oktober 2026.
Ilustrasi penyerangan bus rombongan Jakmania, 12 Oktober 2026. (Dibuat oleh AI)

The Jakmania Cikampek mengecam aksi pelemparan terhadap bus rombongan suporter Persija Jakarta di Tol Palikanci KM 200, Cirebon, saat perjalanan pulang dari Bantul, Yogyakarta. Insiden terjadi pada Senin dini hari, 12 Oktober 2026.

Akibat kejadian itu, sejumlah anggota The Jakmania Cikampek mengalami luka-luka. Salah satu korban merupakan anggota perempuan yang ikut dalam perjalanan bersama rombongan.

Selain menimbulkan cedera fisik, peristiwa itu juga meninggalkan dampak psikologis bagi para korban. Manajemen The Jakmania Cikampek turut menyoroti keberadaan perempuan, bayi, dan balita yang berada di dalam bus ketika pelemparan.

Iklan

Dalam pernyataan resmi, The Jakmania Cikampek menyebut penanganan korban menjadi prioritas utama setelah insiden tersebut.

“Saat ini, kami sedang fokus mengurus perawatan terhadap anggota The Jakmania Cikampek yang mengalami luka-luka atas insiden penyerangan semalam,”

demikian pernyataan sikap The Jakmania Cikampek yang dikutip pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Minta Anggota Tetap Tenang

Di tengah insiden yang menimpa rombongan mereka, manajemen The Jakmania Cikampek mengingatkan seluruh anggota agar tidak terbawa emosi. Mereka secara khusus meminta para pendukung Persija Jakarta di wilayah Cikampek untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Imbauan tersebut disampaikan untuk mencegah kemunculan tindakan lanjutan yang dapat memperburuk keadaan.

“Kami mengimbau seluruh teman-teman The Jakmania, khususnya anggota The Jakmania Cikampek, untuk tetap tenang, menahan diri, dan tidak terprovokasi oleh kejadian ini,”

kata manajemen.

Kelompok suporter itu juga menaruh perhatian terhadap kondisi para korban, mengingat insiden tersebut tidak hanya berdampak pada anggota dewasa, tetapi juga melibatkan kelompok rentan yang berada di dalam bus.

Desak Penanganan Kasus Secara Adil

Insiden di Tol Palikanci turut mendapat perhatian Pengurus Pusat The Jakmania. Melalui pernyataan resmi, organisasi suporter Persija Jakarta tersebut berharap setiap kasus kekerasan dalam sepak bola ditangani secara adil tanpa membedakan pihak yang menjadi korban.

PP The Jakmania menegaskan bahwa penanganan insiden kekerasan harus berlaku bagi semua pihak, baik suporter, pemain, maupun ofisial klub.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah sorotan terhadap insiden lain yang sebelumnya menimpa rombongan Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18 di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah.

“Keselamatan setiap orang harus menjadi prioritas, tanpa memandang identitas, afiliasi, maupun latar belakang. Tidak ada rivalitas sepak bola yang dapat membenarkan tindakan yang membahayakan keselamatan orang lain,”

ucap PP The Jakmania.

Iklan