Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Olahraga

Erick Thohir Ancam Klub Bermasalah, Sanksi Pengurangan Poin hingga Larangan Suporter Tandang

Erick menegaskan, klub dan operator kompetisi tidak boleh mengabaikan aspek keamanan, terutama ketika suporter melakukan perjalanan.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir (Foto: Dok PSSI)

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa klub sepak bola harus bertanggung jawab atas keselamatan suporter. Pernyataan tersebut disampaikan setelah dua insiden kekerasan yang melibatkan rombongan Persib Bandung U-18 dan suporter Persija Jakarta terjadi dalam rentang waktu berdekatan.

PSSI memberikan perhatian serius terhadap kedua peristiwa tersebut. Erick menegaskan, klub dan operator kompetisi tidak boleh mengabaikan aspek keamanan, terutama ketika suporter melakukan perjalanan untuk mendukung tim kesayangan mereka.

Ia bahkan membuka kemungkinan pemberian sanksi berat kepada klub yang dinilai gagal menjaga keselamatan suporter, termasuk pengurangan poin dan pemberlakuan kembali larangan bagi suporter tandang.

Iklan

PSSI meminta liga dan klub bertanggung jawab atas penyelenggaraan pertandingan, termasuk terkait keselamatan suporter. Ini penting karena PSSI bersama seluruh keluarga sepak bola sudah memiliki komitmen kepada FIFA untuk memastikan setiap suporter dapat kembali ke rumah dengan selamat,”

papar Erick Thohir dalam jumpa pers di Kemenpora, Selasa 13 Oktober 2026. 

“Itulah kesepakatannya. Kami memang sudah mulai membuka kembali kesempatan bagi suporter tandang atau away, tetapi dengan catatan bahwa klub dan liga harus bertanggung jawab jika terjadi sesuatu. Sejumlah pertandingan sudah mulai memperbolehkan suporter tuan rumah dan tandang hadir bersamaan, selama klub-klub yang terlibat memiliki kesepakatan,” tambahnya.

Dua Insiden Kekerasan Suporter

Dukungan suporter Persija Jakarta Suporter Persija Jakarta memberikan dukungan saat tim berjuluk Macan Kemayoran itu bertanding melawan Persib Bandung pada laga Liga 1 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Sabtu (12/9/2026).
Dukungan suporter Persija Jakarta
Suporter Persija Jakarta memberikan dukungan saat tim berjuluk Macan Kemayoran itu bertanding melawan Persib Bandung pada laga Liga 1 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Sabtu (12/9/2026). (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/tom.)

Salah satu insiden terjadi pada Minggu, 11 Oktober 2026, sekitar pukul 21.30 WIB. Bus yang membawa rombongan Persib Bandung U-18 diserang oleh oknum suporter Persija Jakarta di Rest Area KM 360, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Akibat kejadian tersebut, bus dilaporkan mengalami kerusakan parah. Sejumlah koper milik pemain dan ofisial juga dilaporkan dijarah, sementara dua personel sempat terpisah dari rombongan dan mengalami kekerasan fisik.

Insiden lainnya menimpa rombongan The Jakmania pada Senin dini hari, 12 Oktober 2026. Bus yang membawa suporter Persija setelah perjalanan pulang dari Bantul dilempari di ruas Tol Palikanci KM 199–200, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Peristiwa itu menyebabkan sejumlah orang terluka, termasuk seorang suporter perempuan. Dua kejadian tersebut kembali menyoroti pentingnya pengamanan perjalanan suporter serta tanggung jawab klub dan penyelenggara kompetisi untuk mencegah kekerasan di luar stadion.

Kekerasan Suporter Bukan Hal Wajar

Pendukung fanatik Persija, The Jakmania.
Pendukung fanatik Persija, The Jakmania. (Foto: Owrite/Hadi Febriansyah).

Erick Thohir menyayangkan tindakan oknum suporter yang dinilai telah melampaui batas dukungan terhadap klub. Menurutnya, penyerangan, perusakan kendaraan, pengambilan barang milik orang lain, hingga kekerasan fisik merupakan persoalan serius yang harus ditangani sesuai hukum.

Namun, ketika terjadi penyerangan, kita harus melihat persoalannya secara berbeda. Kalau ada oknum suporter yang menyerang bus, mengambil barang, membakar, menghancurkan, bahkan menggunakan benda tumpul untuk melakukan kekerasan, menurut saya itu sudah mengarah pada tindakan kriminal. Begitu pula ketika ada oknum suporter yang kemudian melakukan aksi balasan. Itu juga harus menjadi perhatian,”

sambung Erick Thohir.

Ia juga mengingatkan agar tindakan balasan tidak menjadi pembenaran bagi kekerasan berikutnya. Semua pihak perlu menahan diri dan menyerahkan penanganan perkara kepada aparat berwenang.

PSSI menilai keamanan suporter harus menjadi bagian penting dari penyelenggaraan kompetisi. Dukungan kepada klub semestinya tidak berujung pada ancaman terhadap keselamatan orang lain, baik ketika pertandingan berlangsung maupun selama perjalanan menuju dan meninggalkan stadion.

Peluang Pengurangan Poin Klub

Pertandingan antara Persija vs Persib di pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026
Pertandingan antara Persija vs Persib di pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026 (Foto: Media Persija)

Sebagai langkah lanjutan, PSSI akan memantau keputusan I.League dalam menangani kasus-kasus kekerasan tersebut. Federasi juga meminta klub dan operator kompetisi segera menyepakati langkah konkret untuk meningkatkan keamanan suporter.

Erick memberikan waktu satu minggu kepada liga dan klub untuk merumuskan upaya pencegahan serta memastikan tanggung jawab masing-masing pihak dalam menjaga keselamatan penonton.

Jika kesepakatan tidak tercapai atau jaminan keamanan dinilai belum memadai, PSSI membuka peluang mengambil tindakan lebih tegas. Salah satu opsi yang disoroti adalah pengurangan poin terhadap klub yang tidak mampu mengendalikan suporternya.

Saya akan memberikan kesempatan kepada liga dan klub untuk mencapai kesepakatan dalam satu minggu ke depan. Kalau tidak ada kesepakatan dan mereka tidak bisa memastikan keselamatan suporter, PSSI akan mengambil tindakan. Bukan tidak mungkin kami kembali melarang suporter tandang. Saya juga akan mendorong agar klub yang tidak mampu menjaga suporternya dikenai sanksi pengurangan poin,”

tutur Erick Thohir.

Ancaman tersebut menjadi peringatan bagi klub agar tidak hanya berfokus pada performa di lapangan, tetapi juga memperhatikan perilaku suporter dan keamanan selama kompetisi berlangsung.

Iklan