Namun, kesempatan tersebut tidak pernah menjadi pertimbangannya ketika masih berada di masa kejayaan sebagai pesepak bola.
Radja pertama kali datang ke Indonesia pada 2013. Kala itu, ia mengaku belum tertarik untuk membela Timnas Indonesia karena belum memiliki kesan mendalam terhadap sepak bola nasional.
Pandangan tersebut berubah setelah ia datang kembali ke Indonesia untuk memperkuat Bhayangkara FC pada penghujung kariernya.
Pengalaman itu membuatnya melihat sepak bola dan kehidupan masyarakat Indonesia dari sudut pandang berbeda.
Radja mengungkapkan bahwa usianya yang kini menginjak 38 tahun membuatnya lebih mampu melihat kembali keputusan-keputusan pada masa lalu.
Salah satu hal yang disesalinya adalah tidak mempertimbangkan kemungkinan membela Timnas Indonesia.
Saat itu, saya tidak memikirkan hal itu, tetapi sekarang saya berusia 38 tahun, saya melihat hal-hal secara berbeda,”
kata Radja soal Timnas Indonesia dilansir dari Nieuwsblad.
Ia juga mengaitkan penyesalan tersebut dengan perjalanan kariernya bersama tim nasional Belgia. Menurut Radja, jika mengambil keputusan berbeda pada masa lalu, dirinya mungkin bisa memiliki masa pengabdian internasional yang panjang bersama skuad Garuda.
Terutama ketika saya melihat karier internasional saya di sini dan bagaimana berakhirnya di bawah Martinez. Saya bisa saja memiliki karier selama 15 tahun sebagai pemain internasional Indonesia,”
tambahnya.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa Radja kini melihat peluang membela Indonesia sebagai sesuatu yang berharga.
Meski demikian, kesempatan tersebut hanya menjadi kemungkinan yang ia bayangkan setelah melewati perjalanan panjang dalam karier sepak bolanya.
Radja Nainggolan Kagum
Salah satu hal yang paling membekas bagi Radja adalah besarnya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap sepak bola.
Ia menilai dukungan suporter di Tanah Air sangat luar biasa, bahkan untuk pertandingan menghadapi tim yang menurutnya bukan termasuk kekuatan terbesar.
Radja menyoroti jumlah penonton yang dapat memenuhi stadion ketika Timnas Indonesia menghadapi lawan seperti Vietnam dan Irak.
Ada 70 ribu orang di sana untuk pertandingan melawan Vietnam atau Irak. Begitulah fanatiknya mereka. Uang juga bertebaran di sana,”
ucap pria 38 ini menjelaskan.
Selain atmosfer stadion, Radja juga menyinggung dukungan finansial dan sponsor yang menurut pengamatannya terlihat di lingkungan sepak bola Indonesia.
Para pemain bahkan disponsori oleh Louis Vuitton, Hublot, Rolex … sedangkan pemain internasional seperti Ivar Jenner hanya bermain untuk Jong Utrecht di sini,”
kata Radja.
Pengalaman tersebut memberikan gambaran berbeda bagi Radja tentang perkembangan sepak bola Indonesia. Ia melihat besarnya perhatian publik dan dukungan terhadap pemain sebagai bagian menarik dari ekosistem sepak bola di Tanah Air.
Tinggalkan Kesan Mendalam
Ketertarikan Radja terhadap Indonesia ternyata tidak hanya berkaitan dengan sepak bola. Ia juga terkesan dengan kehidupan sosial masyarakat yang menurut pengamatannya memperlihatkan interaksi antara orang kaya dan warga berpenghasilan rendah tanpa sekat yang kaku.
Radja menggambarkan bagaimana masyarakat dari latar belakang berbeda dapat berada di ruang yang sama, termasuk di kawasan perkotaan yang dipenuhi gedung-gedung tinggi.
Keramahan orang-orangnya luar biasa. Bagaimana orang kaya dan miskin berinteraksi di sana. Di siang hari, semua orang duduk di dekat gedung-gedung apartemen tinggi itu dengan kemeja dan dasi,”
tutur Radja.
Ia turut menceritakan pengalamannya melihat pedagang makanan dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut.
Bagi Radja, suasana itu menjadi salah satu hal yang membuat pengalaman tinggal di Indonesia terasa berbeda.
Di sebelahnya, Anda melihat orang-orang mendorong gerobak dan menjual makanan, tapi semua orang duduk bersama di sana. Saya santai dalam hal itu dan biasa makan di warung-warung itu juga,”
katanya.
Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa kesan Radja terhadap Indonesia berkembang selama ia berada di Tanah Air.
Bukan hanya atmosfer sepak bola, tetapi juga keramahan dan kebiasaan masyarakat yang membuatnya merasa nyaman.