Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Olahraga

Sumut Tak Cuma Gelar Turnamen, Sumardji Puji Komitmen Bobby Nasution untuk Timnas

Semakin banyak daerah yang terlibat, semakin besar pula peluang terciptanya kompetisi berkualitas dan jalur pembinaan pemain muda.

Kongres Luar Biasa Pemilihan Ketua PSSI Sumut periode 2026–2030 di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Senin 12 Oktober 2026.
Kongres Luar Biasa Pemilihan Ketua PSSI Sumut periode 2026–2030 di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Senin 12 Oktober 2026. (PSSI)

Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI Sumardji mengapresiasi Gubernur Sumatra Utara Muhammad Bobby Afif Nasution atas dukungan pihaknya terhadap perkembangan sepak bola Indonesia, terutama pembinaan Timnas kelompok umur.

Apresiasi tersebut disampaikan Sumardji saat menghadiri Kongres Luar Biasa Pemilihan Ketua PSSI Sumut periode 2026–2030 di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatra Utara, Medan, Senin, 12 Oktober 2026.

Menurut Sumardji, komitmen Bobby Nasution terhadap sepak bola tidak sebatas dukungan secara lisan. Hal itu dinilai terlihat dari kesediaan Sumatra Utara menjadi tuan rumah berbagai kompetisi sepak bola usia muda berskala internasional.

Iklan

“Sebagai Ketua BTN, saya ucapkan rasa terima kasih kepada Gubernur Sumatra Utara. Beliau gubernur yang peduli terhadap perkembangan Timnas,”

ujar Sumardji, dikutip pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Sumardji menilai pembinaan Timnas Indonesia, khususnya di kelompok usia muda, membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Selain PSSI dan klub, pemerintah daerah berperan penting dalam menyediakan kesempatan bagi para pemain muda untuk berkembang.

Konsistensi

Ia mengungkapkan bahwa selama berkeliling ke sejumlah daerah di Indonesia, dia telah meminta dukungan para gubernur untuk membantu penyelenggaraan agenda Timnas. Namun, menurutnya, dukungan dengan bentuk dan konsistensi seperti yang diberikan Sumatra Utara masih belum banyak ditemui.

“Saya sudah meminta dukungan kepada gubernur yang lain untuk mendukung terselenggaranya Timnas, khususnya di kelompok umur, dengan cara-cara seperti yang dilakukan Gubernur Sumatra Utara, tetapi saya belum menemukan itu,”

kata Sumardji.

Kehadiran Bobby Nasution dalam Kongres PSSI Sumut juga menjadi perhatian Sumardji. Ia memandang partisipasi langsung kepala daerah sebagai sinyal positif bagi perkembangan sepak bola dan penguatan kerja sama antara pemerintah daerah dengan organisasi sepak bola.

“Kongres sudah berjalan di beberapa provinsi, hanya di sini gubernur mau hadir. Berarti ini komitmen Pak Gubernur untuk sepak bola (nasional),”

ucap Sumardji.

Jadi Tuan Rumah Kompetisi Timnas Kelompok Umur

Dukungan Pemerintah Provinsi Sumatra Utara terhadap sepak bola turut tercermin melalui penyelenggaraan sejumlah turnamen dalam beberapa tahun terakhir.

Pada Agustus 2025, Sumatra Utara menjadi tuan rumah Piala Kemerdekaan yang digelar di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang. Turnamen tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju Piala Dunia U-17 dan diikuti empat tim, termasuk Timnas Indonesia U-17.

Setahun kemudian, Sumatra Utara kembali dipercaya menggelar ASEAN U-19 Boys Championship atau Piala AFF U-19 pada 1–14 Juni 2026. Kompetisi tersebut diikuti 11 negara dengan pertandingan yang berlangsung di tiga stadion, yakni Stadion Utama Sumatera Utara, Stadion Madya 1 di Deli Serdang, dan Stadion Teladan Medan.

Penyelenggaraan turnamen internasional tersebut menjadi kesempatan bagi Sumatra Utara untuk mendukung persiapan tim nasional sekaligus memperkenalkan fasilitas olahraga daerah kepada peserta dari berbagai negara.

Liga 4 Sumut Ikut Buka Jalan bagi Klub Lokal

Selain mendukung turnamen kelompok umur tingkat internasional, perkembangan kompetisi lokal di Sumatra Utara juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem sepak bola yang lebih terstruktur.

Dalam Liga 4 zona Sumatra Utara 2025, Victory Dairi keluar sebagai juara setelah mengalahkan PS Kwarta Deli Serdang dengan skor 1-0 pada partai final yang berlangsung di Stadion Mini, Deli Serdang.

Kedua tim kemudian memperoleh kesempatan melanjutkan persaingan ke Liga 4 tingkat nasional. Jalur kompetisi tersebut penting bagi klub-klub daerah untuk meningkatkan kualitas permainan dan memperluas peluang bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

Pembinaan yang berjalan secara berjenjang diharapkan dapat memperkuat fondasi sepak bola Sumatra Utara, mulai dari kompetisi lokal hingga kesempatan bagi pemain muda untuk berkembang.

Sumardji berharap dukungan yang diberikan Pemprov Sumatra Utara dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah lain. Sebab keterlibatan pemerintah sangat dibutuhkan agar agenda pembinaan dan kompetisi sepak bola nasional dapat berjalan lebih baik.

Ia juga berharap pengembangan sepak bola bisa berjalan seiring dengan agenda pembangunan daerah, sehingga olahraga tetap mendapatkan perhatian yang memadai.

“Semoga ke depan banyak lagi pemerintah daerah yang peduli terhadap sepakbola. Saya semangat jika begini,”

ujar Sumardji.

Harapan tersebut sejalan dengan kebutuhan sepak bola Indonesia untuk memperluas dukungan di berbagai wilayah. Semakin banyak daerah yang terlibat, semakin besar pula peluang terciptanya kompetisi berkualitas dan jalur pembinaan pemain muda berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Bobby Nasution berharap hubungan kerja antara Pemprov Sumatra Utara dan PSSI Sumut dapat terus diperkuat.

Ia mendorong agar kolaborasi kedua pihak tidak hanya menghasilkan penyelenggaraan turnamen nasional maupun internasional, tetapi juga berdampak pada pencapaian prestasi sepak bola daerah.

Bagi Bobby, menjadi tuan rumah kompetisi merupakan salah satu langkah penting. Namun, Sumatra Utara juga perlu memiliki target untuk meraih prestasi melalui pembinaan dan pengembangan sepak bola yang berkelanjutan.

“Event sudah baik, tinggal bagaimana Sumut bisa mendapatkan piala melalui PSSI,”

kata Bobby.

Iklan