Manchester City akan menjamu Paris Saint-Germain (PSG) di Etihad Stadium pada Kamis, 15 Oktober 2026, waktu Indonesia, dalam lanjutan fase liga UEFA Champions League.
Duel dua klub dengan kekuatan finansial besar ini diprediksi menyita perhatian, terlebih PSG datang dengan ambisi mempertahankan reputasinya di Eropa, sementara Manchester City masih menjadi sorotan akibat perkara pelanggaran aturan finansial di Premier League.
Semua orang tahu bahwa klub ini telah memenangkan trofi-trofi besar, tetapi tidak ada trofi yang lebih penting bagi kami selain Liga Champions. Bagi saya, sebagai manajer, seperti halnya bagi para pemain, keinginan untuk menang secara konsisten adalah karakteristik penting dari level tertinggi,”
ujar Luis Enrique yang dikutip dari ESPN.
Ambisi meraih trofi Liga Champions kembali menjadi motivasi utama PSG. Klub asal Paris itu meraih gelar Liga Champions pertamanya pada musim 2024/2025, sehingga laga melawan Manchester City menjadi ujian penting dalam perjalanan mereka di kompetisi Eropa musim ini.
PSG akan berusaha menunjukkan konsistensi di tengah persaingan ketat Liga Champions. Luis Enrique menekankan bahwa kemenangan di level tertinggi membutuhkan keinginan untuk terus bersaing dan menjaga performa, bukan sekadar mengandalkan reputasi klub.
Di sisi lain, pertandingan ini mempertemukan dua klub yang mendapat dukungan finansial besar dari kawasan Timur Tengah.
PSG dimiliki mayoritas oleh Qatar Sports Investments, sedangkan Manchester City berada di bawah kepemilikan Abu Dhabi United Group yang terkait dengan Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
Dukungan finansial dan ambisi meraih gelar menjadikan duel kedua klub menarik, meski hasil pertandingan tetap akan ditentukan oleh performa para pemain di lapangan.
Manchester City di Tengah Sorotan
Manchester City juga menghadapi perhatian besar di luar lapangan setelah komisi independen Premier League menyatakan klub tersebut bersalah atas sejumlah pelanggaran aturan finansial.
Manchester City membantah pelanggaran tersebut dan telah mengajukan banding, sementara sanksi akhir masih menjadi bagian dari proses perkara.
Di tengah situasi tersebut, dukungan terhadap klub tetap disuarakan oleh mantan pelatih Pep Guardiola. Ia dijadwalkan hadir di Etihad Stadium untuk menyaksikan pertandingan dan menunjukkan dukungannya kepada klub yang pernah ia latih.
Guardiola sebelumnya menyampaikan dukungan melalui unggahan Instagram @pepteam.
Saya selalu mendukung dan akan terus mendukung klub saya, pemilik, ketua, Ferran, para pemain, staf, Enzo, dan Anda semua, para pendukung kami yang istimewa,”
tulis Guardiola.
Dukungan tersebut menjadi salah satu sorotan menjelang pertandingan, ketika Manchester City berusaha menjaga fokus pada kompetisi di tengah tekanan akibat perkara finansial yang masih bergulir.
Duel Haaland vs Dembélé Jadi Perhatian
Selain persaingan kedua klub, duel Erling Haaland dan Ousmane Dembélé menjadi salah satu aspek yang patut dinantikan. Keduanya memiliki karakter permainan berbeda dan berpotensi memainkan peran penting bagi tim masing-masing.
Haaland kembali menjadi andalan Manchester City di lini depan. Penyerang asal Norwegia tersebut dikenal karena produktivitas gol, kemampuannya memanfaatkan ruang, serta penyelesaian akhir yang tajam. Pergerakannya di kotak penalti akan menjadi tantangan bagi lini pertahanan PSG.
Sementara itu, Dembélé datang dengan status peraih Ballon d’Or 2025. Pemain asal Prancis tersebut memiliki kemampuan bermain melebar maupun bergerak ke tengah untuk menciptakan peluang.
Kecepatan dan kemampuan individunya bisa menjadi senjata PSG untuk membongkar pertahanan Manchester City.
Pertandingan ini pun bukan hanya soal gengsi dua klub besar Eropa. Ambisi Luis Enrique, ketajaman Haaland, kreativitas Dembélé, dan situasi Manchester City di luar lapangan akan menjadi sejumlah cerita yang menyertai duel di Etihad Stadium.