Kondisi tersebut membuat PSSI perlu mempertimbangkan aspek keselamatan sebelum memastikan agenda pertandingan.
Erick menjelaskan bahwa pertandingan di kawasan Asia Barat dinilai dapat memberikan pengalaman penting bagi para pemain.
Selain menghadapi lawan di lapangan, Timnas Indonesia juga perlu beradaptasi dengan lingkungan, perjalanan, dan kondisi yang mungkin ditemui saat mengikuti Piala Asia mendatang.
Opsinya tetap tandang. Pelatih John Herdman ingin mempersiapkan tim untuk Piala Asia 2027 di Arab Saudi. Salah satu alasannya, pertandingan di sana bisa membantu para pemain merasakan atmosfer, kondisi udara, perjalanan, dan aspek logistik lainnya,”
kata Erick di Jakarta, Selasa 13 Oktober 2026.
Beradaptasi di Asia Barat
Menurut Erick, agenda tandang di kawasan Asia Barat dapat membantu pemain Timnas Indonesia mempersiapkan diri secara lebih menyeluruh.
Persiapan tersebut tidak hanya berfokus pada strategi dan kemampuan teknis, tetapi juga mencakup aspek di luar lapangan.
Pengalaman menjalani perjalanan jauh, menghadapi perbedaan lingkungan, hingga mengatur kondisi fisik setelah bepergian dianggap penting untuk dievaluasi sebelum turnamen besar.
Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, tim pelatih dapat mengetahui kesiapan pemain menghadapi situasi yang mungkin terjadi selama Piala Asia 2027.
Perjalanan jauh dan kelelahan akibat bepergian juga perlu dicoba dan dievaluasi sebelum turnamen. Jadi, persiapan tersebut bukan hanya soal pertandingan di lapangan,”
ujarnya.
Meski John Herdman masih menginginkan pertandingan tandang, PSSI tidak mengabaikan perkembangan situasi keamanan di Asia Barat. Erick menegaskan bahwa rencana tersebut tetap harus disesuaikan dengan kondisi terkini.
Apabila situasi di Arab Saudi maupun negara sekitarnya belum memungkinkan pertandingan digelar dengan aman, PSSI akan mempertimbangkan alternatif lain. Keselamatan pemain dan ofisial tetap menjadi faktor utama sebelum keputusan akhir diambil.
Karena itu, federasi akan berkomunikasi dengan negara-negara yang sebelumnya telah menyepakati agenda pertandingan.
Informasi mengenai kondisi keamanan dari pihak terkait akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan kelanjutan rencana tersebut.
Dalam satu hingga dua hari ke depan, kami akan menghubungi negara-negara yang sebelumnya sudah menyepakati pertandingan untuk mengetahui bagaimana kondisi keamanan di sana,”
ucapnya.
Erick menambahkan bahwa kepastian mengenai jaminan keamanan dari negara tuan rumah sangat penting sebelum Timnas Indonesia melakukan perjalanan.
Kalau mereka sendiri merasa tidak bisa menjamin keamanan, tentu kami harus mempertimbangkan kembali rencana tersebut,”
tutur Erick menambahkan.
Timnas Indonesia Hadapi Yordania
Salah satu pertandingan yang telah masuk agenda FIFA Matchday November 2026 adalah duel Timnas Indonesia melawan Yordania.
Pertandingan tersebut direncanakan berlangsung di Stadion Internasional Amman, Yordania, pada 13 November mendatang.
Laga ini menjadi bagian dari persiapan Skuad Garuda menghadapi Piala Asia 2027. Namun, pelaksanaannya masih perlu mempertimbangkan perkembangan situasi keamanan di kawasan tersebut.
PSSI perlu memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, mulai dari lokasi pertandingan hingga perjalanan tim.
Jika kondisi tidak memungkinkan, perubahan lawan atau lokasi pertandingan dapat menjadi pilihan agar agenda persiapan tetap berjalan.
Timnas Indonesia membutuhkan persiapan yang matang menjelang Piala Asia 2027 di Arab Saudi. Menghadapi lawan yang sesuai, memperoleh pengalaman tandang, dan membiasakan pemain dengan kondisi di kawasan penyelenggara merupakan bagian dari agenda yang ingin dibangun John Herdman.
Meski demikian, rencana tersebut harus berjalan beriringan dengan pertimbangan keamanan. PSSI kini menunggu kepastian dari negara-negara terkait sebelum menentukan apakah pertandingan tandang pada November dapat terlaksana sesuai jadwal.
Keputusan akhir akan menentukan langkah berikutnya bagi Skuad Garuda dalam mempersiapkan diri menuju turnamen kontinental tersebut.