- 25 atlet para Atletik,
- 15 para Bulu tangkis,
- 12 para Renang,
- 10 para Angkat berat,
- 9 para Tenis meja,
- 7 para Panahan,
- 7 para Judo,
- 5 Boccia,
- 5 para Balap sepeda,
- 3 para Penembak,
- 3 para Anggar, dan
- 2 untuk para Taekwondo.
Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia, Reda Manthovani, mengatakan tahap awal setelah tiba di Nagoya akan difokuskan pada proses adaptasi. Para atlet masih memiliki waktu untuk mengenali lingkungan dan mempersiapkan diri sebelum pertandingan dimulai.
Sampai di Nagoya, itu kesempatan bagi mereka untuk menyesuaikan diri dengan tempat karena pertandingan bukan hari ini, tapi mungkin baru mulai nanti di tanggal 16,”
ujarnya.
Menurut Reda, tim CdM juga telah melakukan survei bebberapa bulan sebelum pelaksanaan Asian Para Games 2026. Survei tersebut dilakukan untuk memastikan lokasi posko, pusat operasional, hingga hotel yang digunakan para atlet dan tim pendukung berada dalam kondisi yang mendukung persiapan pertandingan.
CdM sudah survei duluan beberapa bulan yang lalu untuk memastikan tempat-tempat yang menjadi posko kita, menjadi sentral headquarter kita, dan juga kita menandai hotel-hotel yang akan menjadi tempat istirahatnya para atlet, sehingga antara tempatnya para tim pendukung atau CdM dengan para atlet tidak berjauhan,”
tambahnya.
Total rombongan Indonesia yang berada di Nagoya mencapai 210 personel, terdiri dari 103 atlet dan 107 ofisial dan pendamping.
Sementara itu, cabang para bulu tangkis dan para tenis meja akan menjadi dua cabang olahraga Indonesia yang memulai pertandingan sebelum upacara pembukaan. Babak kualifikasi keduanya dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Harapan di Bulutangkis
Koordinator tim pelatih para bulu tangkis Indonesia, Jarot Hernowo, menyebut para atlet telah siap menghadapi pertandingan pertama. Indonesia juga menaruh harapan pada pasangan Leani Ratri Oktila dan Hikmat Ramdani yang menjadi salah satu andalan di nomor ganda campuran klasifikasi SL3-SU5.
Hikmat Ramdani juga membidik medali emas di Asian Para Games 2026. Selain mengejar prestasi di Nagoya, ia juga menjadikan ajang tersebut sebagai bagian dari upaya mengumpulkan poin menuju Paralimpiade Los Angeles 2028.
Asian Para Games 2026 dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 24 Oktober 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Jadwal tersebut tidak berlangsung lama setelah penutupan Asian Games 2026 yang membawa Indonesia meraih 5 Medali emas.
Saat ini Indonesia membawa target tujuh medali emas sekaligus menembus posisi 10 besar klasemen akhir.
Kesempatan tidak datang dua kali. Target tujuh medali emas harus kita dapat. Jadikan ini prestasi yang luar biasa buat kita semua,”
ujar Erick Thohir Ketika melepaskan para atlet menuju Nagoya.