Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Olahraga

Shin Tae-yong Kecam Kekerasan pada Persib U-18 dan The Jakmania, Minta Pelaku Dihukum Berat

Klub memiliki tanggung jawab untuk memberikan teguran dan mengambil langkah tegas apabila suporternya terlibat dalam tindakan kekerasan.

Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong, 6 Oktober 2026, di Persija Training Ground.
Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong, 6 Oktober 2026, di Persija Training Ground. (Owrite.id/Hadi Febriansyah)

Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, menyampaikan kecaman terhadap aksi kekerasan yang menimpa rombongan Persib Bandung U-18 dan suporter The Jakmania Cikampek. Ia menegaskan bahwa tindakan penyerangan terhadap siapa pun tidak dapat dibenarkan dan harus mendapatkan penanganan serius.

Pernyataan tersebut disampaikan pelatih asal Korea Selatan itu di sela-sela latihan Persija di Persija Training Ground, Depok, Kamis 15 Oktober 2026.

Menurut saya, kejadian seperti itu sama sekali tidak boleh terjadi. Saya sangat menentang tindakan semacam itu, 100 persen,”

ujar Shin Tae-yong.

Ia juga menekankan bahwa klub memiliki tanggung jawab untuk memberikan teguran dan mengambil langkah tegas apabila suporternya terlibat dalam tindakan kekerasan.

Iklan

Apabila kejadian seperti itu terjadi, pihak klub memang harus memberikan peringatan dan tuntutan yang tegas kepada para suporternya,”

imbuhnya.

Bus Persib Diserang

Potongan video saat bus rombongan Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18 di Rest Area KM 360 Tol Batang, Jawa Tengah, Minggu, 11 Oktober 2026
Potongan video saat bus rombongan Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18 di Rest Area KM 360 Tol Batang, Jawa Tengah, Minggu, 11 Oktober 2026. (Sumber: X/@fatahilah03)

Insiden pertama menimpa rombongan Persib Bandung U-18. Bus yang membawa para pemain tersebut dilaporkan diserang oleh oknum suporter Persija, The Jakmania, ketika berada di rest area Tol Batang-Semarang KM 360, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Kejadian tersebut menambah perhatian terhadap persoalan keamanan dalam perjalanan tim sepak bola, khususnya ketika rombongan harus melintasi wilayah yang berpotensi menjadi lokasi gesekan antarsuporter.

Aksi kekerasan seperti ini dapat membahayakan keselamatan pemain dan anggota rombongan yang seharusnya dapat menjalani perjalanan tanpa ancaman.

Insiden lainnya dialami rombongan The Jakmania Cikampek. Bus yang ditumpangi para suporter tersebut dilaporkan menjadi sasaran pelemparan batu dan benda berbahaya lainnya oleh orang tak dikenal (OTK).

Peristiwa itu terjadi di Tol Palikanci KM 200, wilayah Cirebon, Jawa Barat. Dua kejadian tersebut memperlihatkan bahwa persoalan keamanan suporter bukan hanya menyangkut rivalitas antarkelompok. Keselamatan setiap orang yang berada di dalam kendaraan juga harus menjadi perhatian utama, terlepas dari klub yang mereka dukung.

Desak Pelaku Dihukum Berat

Dukungan suporter Persija Jakarta Suporter Persija Jakarta memberikan dukungan saat tim berjuluk Macan Kemayoran itu bertanding melawan Persib Bandung pada laga Liga 1 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Sabtu (12/9/2026).
Dukungan suporter Persija Jakarta
Suporter Persija Jakarta memberikan dukungan saat tim berjuluk Macan Kemayoran itu bertanding melawan Persib Bandung pada laga Liga 1 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Sabtu (12/9/2026). (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/tom.)

Menanggapi kedua insiden tersebut, Shin Tae-yong meminta aparat dan pihak berwenang mengambil langkah tegas terhadap siapa pun yang terbukti melakukan penyerangan.

Menurutnya, tindakan kekerasan tidak cukup hanya disikapi dengan teguran. Pelaku perlu mendapatkan hukuman yang sesuai agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Namun, menurut saya, pihak berwenang juga harus mengambil tindakan tegas. Orang-orang yang melakukan tindakan tersebut harus mendapatkan hukuman berat,” ucap Shin Tae-yong.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya penegakan hukum dalam menangani kekerasan yang melibatkan suporter sepak bola. Penanganan yang tegas diharapkan dapat memberikan efek jera dan mendorong terciptanya lingkungan sepak bola yang lebih aman.

Insiden yang menimpa Persib U-18 dan The Jakmania Cikampek menjadi pengingat bahwa rivalitas sepak bola tidak boleh berujung pada tindakan yang mengancam keselamatan orang lain.

Klub, kelompok suporter, dan aparat keamanan memiliki peran masing-masing dalam mencegah kekerasan. Penindakan terhadap pelaku juga perlu dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan agar pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai ketentuan hukum.

Sikap Shin Tae-yong menunjukkan penolakan tegas terhadap segala bentuk kekerasan dalam sepak bola. Keselamatan pemain, ofisial, dan suporter semestinya menjadi kepentingan bersama tanpa memandang identitas klub yang mereka dukung.

Iklan