Cape Verde langsung tampil efektif sejak awal pertandingan. Wilson Cabral membawa timnya unggul pada menit keenam, sebelum Fred Alexandre memperlebar jarak menjadi 2-0 hanya satu menit berselang.
Dua gol cepat tersebut menjadi pukulan bagi Garuda Futsal. Indonesia gagal membalas hingga pertandingan berakhir dan harus menerima kekalahan tanpa mampu mencetak gol.
Melalui akun Instagram pribadinya, Hector Souto secara terbuka menyampaikan kekecewaan atas hasil tersebut.
Tanpa alasan. Salah satu kekalahan paling mengecewakan dalam 2 tahun saya memimpin timnas Indonesia,”
kata Souto via akun Instagram pribadinya.
Soroti Performa Buruk Pemain
Souto menilai masalah utama Indonesia terletak pada penampilan tim di awal pertandingan. Menurutnya, dua gol yang bersarang ke gawang Garuda Futsal seharusnya bisa dihindari apabila para pemain mampu menjaga konsentrasi sejak menit pertama.
Ia menegaskan bahwa kekalahan merupakan bagian dari pertandingan. Namun, cara Indonesia kehilangan kendali pada awal laga menjadi hal yang sulit diterimanya.
Kalah itu hal yang biasa dalam pertandingan, tetapi tidak dengan cara seperti ini. Kami tidak boleh ‘menghadiahkan’ 10 menit pertama pertandingan begitu saja, apa pun kompetisinya,”
ujar Souto.
Meski kecewa dengan hasil akhir, Souto tetap melihat sejumlah hal positif dari penampilan anak asuhnya setelah melewati periode awal yang buruk.
Jujur saja, di 30 menit sisanya kami bermain cukup baik dan ada hal-hal positif yang bisa kita ambil,”
ujar Souto menambahkan.
Setelah tertinggal dua gol, Timnas Futsal Indonesia berusaha memperbaiki permainan. Garuda Futsal mampu memberikan perlawanan yang lebih baik pada babak kedua, bahkan tampil lebih dominan dalam sejumlah fase pertandingan.
Sejumlah peluang berhasil diciptakan untuk memperkecil ketertinggalan. Namun, penyelesaian akhir yang belum maksimal membuat Indonesia gagal mengubah peluang tersebut menjadi gol.
Hingga laga berakhir, skor 0-2 tetap bertahan untuk kemenangan Cape Verde. Indonesia pun harus mengakhiri pertandingan dengan catatan tanpa gol, meski memperlihatkan peningkatan permainan setelah awal laga yang mengecewakan.
Tidak Meremehkan Cape Verde
Selain mengevaluasi performa timnya, Souto juga memberikan pesan kepada para penggemar futsal Indonesia. Ia mengingatkan bahwa Cape Verde tidak bisa dipandang sebelah mata dalam persaingan futsal internasional.
Souto menilai pandangan yang meremehkan kualitas lawan menunjukkan kurangnya pemahaman terhadap perkembangan futsal di berbagai negara.
Bagi kalian yang mengatakan Tanjung Verde tidak punya level (kualitas), kalian tidak mengenal futsal di luar negara kalian sendiri. Dunia ini sangat luas, teman-teman. Masih panjang jalan yang harus kita tempuh,”
ujar Souto.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa Timnas Futsal Indonesia masih memiliki perjalanan panjang untuk meningkatkan kualitas dan bersaing dengan negara-negara lain di level internasional.
Usai menghadapi Cape Verde, Timnas Futsal Indonesia dijadwalkan melawan Peru dalam pertandingan perebutan peringkat kelima Copa das Nacoes de Futsal 2026.
Laga Indonesia kontra Peru akan berlangsung pada Minggu 18 Oktober 2026 di Brasil. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Garuda Futsal untuk menutup kiprah di turnamen dengan hasil yang lebih baik.
Hector Souto dan para pemain diharapkan dapat mengambil pelajaran dari kekalahan melawan Cape Verde, terutama terkait konsentrasi pada menit-menit awal dan efektivitas dalam memanfaatkan peluang.