Persib menegaskan bahwa perhatian terhadap kasus ini tidak berhenti pada pelaporan awal. Klub ingin terus menjalin komunikasi dengan aparat penegak hukum sembari menghormati proses, kewenangan, dan prosedur hukum yang berlaku.
Persib Kawal Kasus Kekerasan
Insiden tersebut menjadi perhatian serius setelah rombongan Persib dilaporkan mengalami kekerasan fisik dan kerusakan bus.
Selain itu, terdapat dugaan penjarahan sejumlah koper milik ofisial serta perlengkapan pertandingan tim Persib Elite Pro Academy (EPA) U-18.
Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan karena menyangkut keselamatan pemain muda, ofisial, dan personel klub yang sedang menjalankan kegiatan sepak bola.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengikuti perkembangan kasus tersebut agar penanganannya berjalan sesuai ketentuan.
Bagi kami, persoalan ini tidak boleh berhenti menjadi perhatian sesaat. Kami ingin memastikan komunikasi dengan pihak kepolisian terus berjalan dan penanganannya dikawal hingga tuntas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Keselamatan personel, ofisial, dan para pemain, termasuk pemain muda PERSIB EPA U-18, merupakan hal yang sangat penting bagi kami,”
ujar Adhitia.
Menurut Adhitia, pengawalan perkara tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab klub untuk melindungi seluruh insan Persib sekaligus mendukung terciptanya lingkungan sepak bola yang aman.
Berharap Fakta Terungkap
Adhitia menegaskan bahwa Persib menghormati kewenangan kepolisian dalam menjalankan penyidikan. Manajemen berharap seluruh fakta dapat diungkap secara objektif dan pihak yang terbukti bertanggung jawab diproses sesuai hukum.
Kami menghormati proses dan kewenangan aparat penegak hukum dalam menangani perkara ini. Kami berharap seluruh fakta dapat terungkap secara objektif dan pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab dapat diproses sesuai hukum. Bagi kami, persoalan ini bukan semata-mata tentang PERSIB, tetapi juga tentang keselamatan setiap orang dan pentingnya memastikan bahwa kekerasan tidak mendapat tempat dalam sepak bola Indonesia,”
lanjutnya.
Koordinasi dengan Polresta Batang diharapkan membantu penyidik menindaklanjuti informasi yang relevan secara profesional.
Komunikasi antarpihak juga menjadi bagian penting untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai kewenangan masing-masing.
Kehadiran manajemen Persib diterima oleh tim penyidik Polresta Batang yang dipimpin Kanit 3 Satreskrim, IPDA Pipin Setyo Utomo, S.H., M.H. Pipin menyampaikan bahwa dukungan dari pihak klub memberikan motivasi bagi tim penyidik dalam menangani perkara tersebut.
Terima kasih kepada manajemen PERSIB yang hari ini telah bersilaturahmi ke Satreskrim Polresta Batang untuk menanyakan perkembangan daripada tindak pidana penganiayaan yang dialami oleh pemain PERSIB U18 di rest area 360 kemudian memberikan support supaya Polresta Batang dalam melakukan penyidikan tindakan pidana ini dapat dengan transparan dan seterang-terangnya,”
katanya.
Pertemuan tersebut juga menegaskan pentingnya kerja sama antara klub sepak bola dan aparat penegak hukum untuk menjaga keselamatan seluruh pihak yang terlibat dalam olahraga ini.
Persaingan antarklub semestinya berlangsung dengan menjunjung tinggi sportivitas. Rivalitas tidak seharusnya menjadi alasan untuk melakukan kekerasan, merusak fasilitas, ataupun membahayakan orang lain.
Polisi Imbau Tidak Terprovokasi
Dalam kesempatan itu, Pipin mengingatkan pendukung Persib dan Persija Jakarta agar menjaga situasi tetap kondusif. Ia meminta suporter tidak terpengaruh provokasi terkait insiden yang terjadi di Rest Area KM 360 Batang.
Satreskrim Polresta Batang mengimbau kepada yang pertama untuk suporter atau pendukung dari PERSIB Bandung agar jangan terprovokasi atau terpengaruh dengan adanya kejadian tersebut di rest area 360,”
harap Pipin.
Ia juga meminta semua pihak memberikan kesempatan kepada kepolisian untuk menuntaskan penyidikan dan mencari pihak-pihak lain yang diduga terlibat.
Kami mohon supaya tetap tenang, serahkan kepada kami dari pihak kepolisian Polresta Batang untuk dapat pengusut tuntas perkara ini dan untuk menemukan pelaku-pelaku yang lain. Untuk suporter dari Persija atau Jakmania yang menjadi terduga, kami minta menyerahkan diri ke Polresta Batang atau menghubungi pihak kami sehingga akan lebih membuat dunia sepak bola ini lebih damai,”
tambahnya.
Pernyataan tersebut menjadi imbauan agar suporter tidak mengambil tindakan sendiri dan tetap menyerahkan penanganan perkara kepada aparat berwenang.
Ajak Bobotoh Tetap Tenang
Manajemen Persib turut mengajak Bobotoh untuk tetap tenang, tidak terpancing provokasi, serta memberikan dukungan kepada tim melalui cara-cara yang positif.
Klub memahami keprihatinan yang dirasakan para pendukung. Namun, Persib mengingatkan bahwa tindakan balasan berisiko memperluas konflik dan mengganggu proses penanganan perkara.
Karena itu, seluruh pihak diharapkan menghormati proses hukum dan menunggu perkembangan resmi dari kepolisian.
Persib berharap koordinasi berkelanjutan dengan Polresta Batang dapat membantu penanganan insiden di Rest Area KM 360 berjalan profesional, objektif, dan tuntas sesuai hukum.
Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa keselamatan pemain, ofisial, suporter, dan seluruh insan sepak bola harus menjadi prioritas. Persaingan di lapangan seharusnya tetap berlandaskan sportivitas dan tidak berujung pada tindakan yang membahayakan manusia.
Bagi Persib, mengawal perkara ini merupakan bagian dari tanggung jawab untuk melindungi insan klub, menjaga kepercayaan publik, serta mendukung terciptanya ekosistem sepak bola Indonesia yang lebih aman, sportif, dan bermartabat.