Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Olahraga

Modal Penting Menuju Gelar Berikutnya, Fajar/Fikri Ungkap Pelajaran dari Asian Games

Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, menjadikan keberhasilan menjuarai Denmark Open 2026 sebagai dorongan untuk mengejar prestasi yang lebih tinggi.

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Muhammad Shohibul Fikri (kanan) dan Fajar Alfian (kiri) mengembalikan kok ke arah pebulu tangkis putra China Liang Wei Keng dan Wang Chang pada final beregu putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Nagoya, Aichi, Jepang
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Muhammad Shohibul Fikri (kanan) dan Fajar Alfian (kiri) mengembalikan kok ke arah pebulu tangkis putra China Liang Wei Keng dan Wang Chang pada final beregu putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Nagoya, Aichi, Jepang (ANTARA FOTO/Fauzan/kye)

Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, menjadikan keberhasilan menjuarai Denmark Open 2026 sebagai dorongan untuk mengejar prestasi yang lebih tinggi.

Gelar tersebut diharapkan mampu mendongkrak motivasi sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam menghadapi turnamen berikutnya.

Fajar menyebut hasil positif di Denmark menjadi momentum penting setelah mereka melewati sejumlah pengalaman pahit, termasuk kekalahan di Asian Games.

Iklan

Pengalaman tersebut justru menjadi pemacu bagi keduanya untuk tampil lebih baik.

Semoga menjadi awal untuk prestasi kami ke depannya lebih lagi ya, motivasi dan percaya diri lebih meningkat. Kekalahan di Asian Games kemarin memacu kami berdua untuk mencapai hasil yang terbaik lagi,”

kata Fajar dalam keterangan resmi PBSI seusai menjuarai Denmark Open di Odense, Denmark, Senin, 19 Oktober 2026.

Fajar/Fikri memastikan gelar juara Denmark Open 2026 setelah mengalahkan wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, di partai final.

Mereka menang dua gim langsung dengan skor telak 21-8 dan 21-11 di SJF Arena, Minggu, 18 Oktober 2026.

Pertandingan tersebut hanya berlangsung selama 31 menit. Hasil ini menjadi pencapaian penting bagi Fajar/Fikri, terutama setelah mereka belum berhasil meraih gelar ketika tampil di final Denmark Open edisi sebelumnya.

Kemenangan tersebut sekaligus memperlihatkan kemampuan pasangan Indonesia dalam mengendalikan permainan sejak awal hingga akhir pertandingan.

Mereka tampil agresif dan berhasil membatasi kesempatan Aaron/Soh untuk mengembangkan strategi.

Prestasi Terus Meningkat

Bagi Fajar, gelar Denmark Open 2026 bukan sekadar pencapaian yang patut dirayakan. Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi fondasi bagi dirinya dan Fikri untuk terus berkembang serta mengoleksi gelar pada kompetisi mendatang.

Fajar juga menyoroti perkembangan positif bulu tangkis Indonesia dalam beberapa bulan terakhir. Ia berharap tren tersebut dapat dipertahankan dan memberikan dampak bagi atlet di berbagai kelompok usia, termasuk pemain junior.

Prestasi bulu tangkis Indonesia beberapa bulan terakhir sedang cukup baik, semoga terus berprestasi, terus berkembang meraih titel-titel lainnya. Tidak hanya di senior tapi juga di junior,”

ujar Fajar.

Di sisi lain, Muhammad Shohibul Fikri menilai konsistensi pola pikir menjadi salah satu hal penting setelah meraih gelar juara. Menurutnya, keberhasilan dalam sebuah turnamen tidak boleh membuat pemain cepat merasa puas.

Fikri berusaha menghadapi setiap pertandingan dengan semangat baru. Dengan menganggap setiap laga sebagai permulaan, ia ingin menjaga motivasi untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas permainan bersama Fajar.

Pasti mindset saya setiap pertandingan itu saya anggap awal lagi, baru lagi, dari nol lagi. Jadi kami jangan cepat puas juga,”

kata Fikri.

Ia juga mengakui bahwa pengalaman berpasangan dengan Fajar memberikan banyak pelajaran, khususnya ketika harus menghadapi tekanan dalam pertandingan penting.

Pengalaman tersebut membantunya menjadi lebih matang dalam menyikapi situasi di lapangan.

Fikri kini berupaya mengurangi pikiran berlebihan dan lebih memusatkan perhatian pada usaha yang bisa dilakukan. Baginya, kerja keras perlu diiringi dengan ikhtiar dan doa untuk mendapatkan hasil terbaik.

Saya mencoba untuk sudah tidak usah banyak terlalu mikir apa-apa, yang penting banyak usaha, ikhtiar dan doa,”

ujar Fikri.

Kegagalan Jadi Pelajaran

Fajar/Fikri berharap pengalaman dari kekalahan di final Denmark Open tahun lalu serta hasil kurang memuaskan di Asian Games bisa menjadi bekal menghadapi persaingan selanjutnya.

Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju prestasi tidak selalu berjalan mulus. Karena itu, mereka berusaha menjadikan setiap pertandingan sebagai kesempatan untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kemampuan.

Sebelum mencapai partai puncak, Fajar/Fikri harus melewati sejumlah lawan tangguh. Pada babak semifinal, Sabtu (17/10), mereka berhasil menundukkan pasangan China, Liang Wei Keng/Wang Chang, melalui pertarungan tiga gim dengan skor 21-16, 16-21, 21-16.

Langkah mereka menuju semifinal juga diwarnai kemenangan atas wakil Thailand, Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul.

Fajar/Fikri mengamankan tiket semifinal setelah menang dua gim langsung dengan skor 21-17 dan 21-16 pada perempat final, Jumat, 16 Oktober 2026.

Perjalanan tersebut menunjukkan kemampuan Fajar/Fikri dalam menghadapi tekanan dan mempertahankan performa ketika berhadapan dengan pasangan-pasangan kuat.

Pada laga final, keduanya langsung mengambil inisiatif serangan dan membuat Aaron Chia/Soh Wooi Yik kesulitan mengembangkan permainan.

Dominasi sejak awal itu mengantarkan Fajar/Fikri meraih kemenangan dua gim langsung sekaligus mengunci gelar Denmark Open 2026.

Dengan modal gelar tersebut, Fajar/Fikri kini bertekad menjaga momentum positif dan menjadikan pengalaman sepanjang turnamen sebagai bekal untuk mengejar prestasi berikutnya.

Iklan