Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Olahraga

Isu Sunat Poin Persija: Nadeo Sedih, tapi Bola Harus Tetap Bergulir

Di tengah sorotan terhadap kericuhan suporter, sang kiper mengingatkan pentingnya menjaga konsentrasi menjelang pertandingan.

Suporter terlibat kericuhan di sela pertandingan antara Persita Tangerang melawan Persija Jakarta di Banten International Stadium, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (17/10/2026).
Suporter terlibat kericuhan di sela pertandingan antara Persita Tangerang melawan Persija Jakarta di Banten International Stadium, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (17/10/2026). (ANTARA FOTO/ Putra M. Akbar/YU)

Kiper Persija Jakarta Nadeo Argawinata mengungkap kesedihan buntut serangkaian insiden yang melibatkan suporter sepak bola dalam beberapa waktu terakhir.

Ia menyayangkan terjadinya kericuhan yang menyeret nama klub ibu kota tersebut. Sorotan terhadap perilaku suporter menguat setelah muncul penyerangan bus EPA Persib Bandung U-18, serta keributan dalam pertandingan Persita Tangerang melawan Persija di Banten International Stadium (BIS), Sabtu, 17 Oktober 2026.

Kericuhan pada pekan kelima Super League itu terjadi di tribun stadion dan melibatkan sejumlah orang yang memicu perselisihan. Insiden tersebut menimbulkan perhatian luas, sementara Persija juga menghadapi kemungkinan sanksi, termasuk isu pengurangan poin.

Iklan

Nadeo menegaskan bahwa para pemain dan tim pelatih Persija tidak mengetahui secara langsung bagaimana kericuhan tersebut bermula. Ia menyebut informasi mengenai kejadian itu baru diketahui melalui pemberitaan dan media sosial.

Dalam konferensi pers menjelang pertandingan melawan Arema FC, kiper Timnas Indonesia tersebut mengungkapkan bahwa insiden itu menjadi kabar yang mengejutkan bagi skuad Macan Kemayoran.

“Kami sebagai pemain, saya rasa Coach Shin (Tae Yong) juga, pada waktu itu kami tidak tahu kejadian seperti apa. Kami hanya melihat di berita dan segala macam,”

ujar Nadeo, dikutip pada Rabu, 21 Oktober.

Ia mengaku prihatin karena kejadian tersebut tidak pernah mereka harapkan. Nadeo juga menyatakan bahwa penanganan lebih lanjut perlu diserahkan kepada pihak berwenang untuk mengusut insiden.

“Jadi ketika mendengar itu, pasti kami merasa sangat sedih. Kami tidak menyangka hal seperti itu terjadi. Sudah ada pihak yang mengidentifikasi kasus dan keputusan nanti bagaimana,”

tambah dia.

Tetap Fokus

Di tengah sorotan terhadap kericuhan suporter, Nadeo mengingatkan pentingnya menjaga konsentrasi menjelang pertandingan. Menurutnya, persoalan di luar lapangan tidak boleh mengganggu persiapan Persija untuk berkompetisi.

Mantan penjaga gawang Borneo FC itu menegaskan bahwa proses penanganan kasus harus dipercayakan kepada pihak berwenang. Sementara itu, para pemain perlu mengarahkan perhatian pada tanggung jawab mereka di lapangan.

“Saya rasa kami semua fokus kepada tim, Persija akan bertanding esok. Masalah-masalah itu sudah ada yang menangani, pihak-pihak yang berwenang dan bertanggung jawab, kami percayakan saja kepada mereka,”

tutur Nadeo.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa skuad Persija ingin menjaga fokus di tengah situasi yang berkembang. Mereka berharap bisa menjalani pertandingan selanjutnya dengan persiapan maksimal tanpa terdistraksi oleh berbagai isu di luar lapangan.

Persija Jakarta dijadwalkan menghadapi Arema FC pada pekan keenam Super League, 21 Oktober 2026, di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat.

Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi Macan Kemayoran untuk memperbaiki hasil setelah kalah 2-3 dari Persita Tangerang pada pekan sebelumnya. Persija membutuhkan hasil positif untuk kembali membangun momentum dalam persaingan liga.

Bagi Nadeo dan rekan-rekan, fokus utama saat ini adalah mempersiapkan diri menghadapi Arema FC. Di tengah sorotan terhadap insiden suporter, mereka bertekad tetap menjalankan tugas profesional dan berjuang meraih poin maksimal.

Sementara itu, penanganan kericuhan suporter dan kemungkinan sanksi bagi pihak terkait masih perlu merujuk pada hasil pemeriksaan serta keputusan resmi otoritas berwenang.

Iklan