Kehadiran Bobotoh di Stadion Pakansari bukan hanya untuk memberikan dukungan kepada Persib Bandung. Kali ini suporter juga membawa pesan terkait kebakaran hutan dan lahan yang masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Indonesia.
Kalimantan dan Sumatea termasuk wilayah yang disebut tengah menghadapi bencana karhutla. Situasi tersebut mendorong kemunculan berbagai bentuk keprihatinan dan protes dari masyarakat.
Di tengah kondisi yang dinilai belum menunjukkan penyelesaian, aksi Bobotoh menjadi salah satu cara untuk mengangkat isu lingkungan ke ruang publik.
Aum Maung
Meski berstatus sebagai tim tamu, Bobotoh tetap hadir memenuhi tribun Stadion Pakansari untuk mendukung Maung Bandung. Kehadiran spanduk-spanduk itu membuat pertandingan tidak hanya menjadi ajang persaingan sepak bola, tetapi juga ruang untuk menyuarakan kepedulian terhadap persoalan sosial dan lingkungan.
Garudayaksa FC kerap dikaitkan dengan Presiden RI Prabowo Subianto. Namun, aksi yang terlihat di tribun dalam pertandingan ini berfokus pada penyampaian protes terkait kebakaran hutan dan lahan.
Di tengah sorotan terhadap aksi suporter, Persib Bandung dan Garudayaksa FC juga tengah berjuang memperbaiki posisi di klasemen sementara Super League 2026/2027.
Persib menempati peringkat kelima dengan koleksi 13 poin, sementara Garudayaksa menduduki posisi ke-14 dengan raihan lima poin.
Posisi tersebut membuat Garudayaksa perlu berupaya meningkatkan performa agar dapat menjauh dari ancaman zona degradasi. Persib pun memiliki kepentingan untuk terus mengumpulkan poin demi menjaga persaingan di papan atas klasemen.
Pertandingan di Stadion Pakansari akhirnya menjadi sorotan dari dua sisi, yakni persaingan kedua tim di lapangan dan aksi Bobotoh yang menyuarakan kepedulian terhadap nasib bangsa ini.