Peralta membuka keunggulan Persib pada menit ke-16 saat menghadapi Garudayaksa FC. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan hingga akhir karena Jayro Jean berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-65.
Persib pun memastikan kemenangan melalui gol Adam Alis pada menit ke-90+1. Hasil tersebut membuat Maung Bandung mengamankan tiga poin setelah melalui pertandingan yang berlangsung ketat.
Bagi Peralta, gol ke gawang Garudayaksa memiliki arti tersendiri karena menjadi torehan pertama dalam kompetisi domestik musim ini. Ia sudah membukukan dua gol untuk Persib di ajang internasional, masing-masing satu gol di AFC Champions League Two (ACL 2) dan ASEAN Club Championship (ACC).
Perbedaan catatan gol tersebut memunculkan pertanyaan mengenai tantangan yang dihadapi Peralta di Super League. Tolic pun memberikan penjelasan mengenai faktor yang membuat penyerang tersebut tidak selalu mendapatkan ruang ideal untuk menunjukkan kemampuannya.
“Saya rasa tidak ada beda (cara bermain). Peralta adalah pemain yang memiliki kualitas ekstra sebagai pemain, tapi ada perbedaan ketika bermain di ACL dan liga karena ada lebih banyak ruang,”
kata Tolic, dikutip pada Senin, 26 Oktober 2026.
Penyebab Sulit Cetak Gol
Menurut Tolic salah satu tantangan utama yang dihadapi Persib di Super League adalah pendekatan taktik lawan. Tim-tim yang berhadapan dengan Maung Bandung kerap menerapkan tekanan tinggi maupun pertahanan rendah atau low block.
Strategi tersebut membuat ruang di area pertahanan lawan menjadi lebih sempit. Akibatnya, Peralta dan para pemain depan Persib harus mencari cara lain untuk membongkar barisan pertahanan yang rapat.
Kondisi ini berbeda dengan pertandingan di kompetisi Asia yang terkadang memberikan ruang lebih luas bagi pemain untuk mengembangkan serangan. Dengan ruang gerak yang terbatas, pemain Persib dituntut lebih cermat dalam mengatur pergerakan dan menentukan keputusan.
“Tim yang tampil melawan kami di Liga, selain mereka bermain dengan pressing tinggi, mereka akan bermain low block. Jadi saat bermain melawan tim dengan taktik low block, maka pemain dituntut melakukan usaha tambahan dalam ruang yang kecil,”
jelas Tolic.
Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa produktivitas Peralta tidak bisa dinilai hanya berdasarkan jumlah gol. Cara lawan mengatur pertahanan dan keterbatasan ruang di area serangan turut menentukan peluang yang dapat diciptakan Persib.
Jadwal Jadi Tantangan
Selain taktik lawan, padatnya agenda pertandingan juga menjadi tantangan bagi Persib Bandung pada musim 2026/2027. Maung Bandung harus membagi perhatian ke empat kompetisi, yakni Super League, Piala Liga, ASEAN Club Championship, dan AFC Champions League Two.
Jadwal yang padat menuntut pemain menjaga kondisi fisik sekaligus kesiapan mental. Ketika waktu pemulihan semakin terbatas, kelelahan dapat memengaruhi kemampuan pemain dalam menjalankan strategi dan mengambil keputusan di lapangan.
Tolic menilai kondisi tersebut bisa berdampak pada kecepatan reaksi pemain. Dalam pertandingan dengan intensitas tinggi, selisih waktu yang sangat singkat dapat menentukan keberhasilan pemain saat mengontrol bola, mencari ruang, maupun menyelesaikan peluang.
“Jika dalam kondisi kelelahan dari fisik dan mental, maka pemain kehilangan sepersekian detik untuk melakukan hal yang ingin dilakukan,”
ujar Igor.
Jadi, kesulitan pemain dalam menghasilkan peluang atau mencetak gol tidak selalu mencerminkan penurunan kualitas. Faktor kebugaran dan situasi pertandingan juga perlu diperhitungkan ketika mengevaluasi performa tim.
Lebih Mudah Menyerang Saat Lawan Lelah
Tolic juga menyoroti perubahan situasi pertandingan ketika memasuki menit-menit akhir. Menurutnya, saat stamina pemain lawan mulai menurun, ruang untuk membangun serangan menjadi lebih terbuka bagi Persib.
Keadaan tersebut dapat memberikan keuntungan bagi para pemain Maung Bandung untuk mengeksploitasi celah di pertahanan lawan. Ruang yang sebelumnya tertutup bisa dimanfaatkan untuk menciptakan peluang dan meningkatkan tekanan.
“Bisa dilihat di akhir pertandingan, saat lawan mulai kelelahan, ada ruang yang lebih banyak dan itu menjadi lebih mudah bagi kami,”
ucap dia.
Kondisi tersebut turut memperlihatkan pentingnya menjaga intensitas permainan sepanjang laga. Persib perlu memaksimalkan peluang ketika ruang mulai terbuka, terutama saat menghadapi tim yang menerapkan pertahanan rapat sejak awal.
Gol perdana Mariano Peralta di Super League menjadi perkembangan positif bagi Persib Bandung. Torehan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kepercayaan dirinya dalam menjalani pertandingan domestik berikutnya.
Namun, penjelasan Tolic memperlihatkan bahwa tantangan Persib tidak berhenti pada kemampuan individu pemain. Taktik pertahanan lawan, keterbatasan ruang, serta kepadatan jadwal empat kompetisi turut memengaruhi efektivitas serangan Maung Bandung.
Dengan persaingan yang terus berjalan, Persib perlu menjaga kebugaran skuad dan mencari variasi serangan untuk menghadapi berbagai pendekatan permainan lawan. Sementara itu, Peralta berpeluang menambah kontribusi gol apabila mampu memanfaatkan kesempatan yang tercipta pada pertandingan-pertandingan selanjutnya.