Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Olahraga

Harry Kane Menang Ballon d’Or 2026 Tanpa Trofi Besar, Messi dan Ronaldo Pernah Alami Situasi Serupa

Harry Kane menjadi sorotan setelah dinobatkan sebagai pemenang Ballon d’Or 2026

Harry Kane menjadi sorotan setelah dinobatkan sebagai pemenang Ballon d'Or 2026
Harry Kane menjadi sorotan setelah dinobatkan sebagai pemenang Ballon d’Or 2026 (Foto: Instagram Harry Kane)

Harry Kane menjadi sorotan setelah dinobatkan sebagai pemenang Ballon d’Or 2026, meskipun tidak meraih sejumlah gelar elite seperti Liga Champions, Piala Dunia, Euro, atau Copa America.

Situasi ini mengingatkan pada beberapa pemenang sebelumnya yang berhasil mengamankan penghargaan individu paling bergengsi tersebut berkat penampilan luar biasa sepanjang musim.

Berdasarkan data yang dikaitkan dengan BBC Sport dalam naskah sumber, hanya lima kali dalam kurun 20 tahun terakhir Ballon d’Or diberikan kepada pemain yang tidak menjuarai salah satu trofi besar tersebut. Mereka tetap mencatatkan keberhasilan bersama klub, tetapi bukan gelar yang masuk kategori utama dalam perbandingan ini.

Iklan

Perjalanan Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, hingga Harry Kane memperlihatkan bahwa penghargaan Ballon d’Or tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah trofi. Produktivitas gol, konsistensi, dan kontribusi individu juga menjadi bagian penting dalam persaingan.

Lionel Messi meraih Ballon d’Or 2010 setelah tampil impresif bersama Barcelona. Sepanjang musim 2009-2010, pemain asal Argentina tersebut membantu klubnya menjuarai La Liga dan Supercopa de España.

Messi juga menunjukkan ketajaman luar biasa dengan menjadi pencetak gol terbanyak La Liga serta memenangkan European Golden Shoe. Namun, Barcelona tidak berhasil menjuarai Liga Champions pada musim tersebut.

Di level internasional, perjalanan Messi bersama Argentina di Piala Dunia 2010 juga berakhir lebih awal dari harapan. Argentina tersingkir pada perempat final setelah mengalami kekalahan telak 0-4 dari Jerman.

Kegagalan meraih trofi besar bersama tim nasional tidak menghalangi Messi untuk memenangkan Ballon d’Or. Ia mengungguli dua rekan setimnya di Barcelona, Xavi Hernandez dan Andres Iniesta, berkat performa individunya yang menonjol.

Ballon d’Or 2012

Messi kembali memenangkan Ballon d’Or pada 2012, meskipun Barcelona tidak berhasil meraih gelar La Liga maupun Liga Champions pada musim 2011-2012. Salah satu trofi yang berhasil didapatkan klub Catalan tersebut adalah Copa del Rey.

Meski pencapaian timnya tidak sepenuhnya sesuai harapan, Messi justru mencatatkan rekor individu yang luar biasa. Sepanjang kalender 2012, ia membukukan 91 gol dalam 69 pertandingan bersama Barcelona dan tim nasional Argentina.

Selain itu, Messi mengakhiri musim sebagai pencetak gol terbanyak La Liga dengan koleksi 50 gol. Ia juga kembali meraih European Golden Shoe sebagai bentuk pengakuan atas ketajamannya di kompetisi domestik.

Produktivitas tersebut membuat Messi meraih Ballon d’Or untuk keempat kalinya secara berturut-turut. Pencapaian itu semakin memperkuat reputasinya sebagai salah satu pemain paling dominan dalam sejarah sepak bola modern.

Ballon d’Or 2013

Cristiano Ronaldo menjadi pemenang Ballon d’Or 2013 setelah mencatatkan performa individual yang mengesankan bersama Real Madrid dan tim nasional Portugal.

Sepanjang periode tersebut, Ronaldo mencetak 69 gol dalam 59 pertandingan. Statistik itu menjadi salah satu faktor utama yang memperkuat posisinya dalam persaingan penghargaan individu tersebut.

Namun, Real Madrid tidak berhasil menjuarai La Liga maupun Liga Champions pada musim yang menjadi perhatian dalam penilaian tersebut. Salah satu trofi yang diraih klub adalah Supercopa de España 2012 setelah mengalahkan Barcelona.

Dalam pemungutan suara Ballon d’Or 2013, Ronaldo berhasil mengungguli Lionel Messi dan Franck Ribery. Kemenangan itu menunjukkan besarnya pengaruh performa individu dalam penentuan penerima penghargaan, meskipun pencapaian trofi tim tidak selalu menjadi yang tertinggi.

Ballon d’Or 2019

Lionel Messi kembali masuk daftar ini ketika memenangkan Ballon d’Or 2019. Bersama Barcelona, ia sukses meraih gelar La Liga 2018-2019, tetapi gagal membawa klub tersebut menjadi juara Liga Champions.

Barcelona tersingkir secara dramatis di semifinal Liga Champions setelah kalah 0-4 dari Liverpool pada leg kedua. Mereka juga harus puas menjadi runner-up Copa del Rey, sementara Argentina menempati posisi ketiga Copa America 2019.

Walaupun sejumlah target tim tidak tercapai, performa individu Messi tetap luar biasa. Ia mencetak 36 gol di La Liga, memenangkan European Golden Shoe, dan menjadi pencetak gol terbanyak Liga Champions dengan 12 gol.

Catatan tersebut mengantarkan Messi meraih Ballon d’Or keenam dalam kariernya. Penghargaan itu sekaligus memperlihatkan bagaimana kontribusi individu dapat menjadi pembeda dalam persaingan antarpemain terbaik dunia.

Harry Kane menjadi nama terbaru dalam daftar pemenang Ballon d’Or yang tidak menjuarai salah satu trofi besar yang disebutkan dalam naskah sumber. Penyerang asal Inggris tersebut diklaim meraih penghargaan 2026 setelah menjalani musim produktif bersama Bayern Munich.

Pada musim 2025-2026, Kane disebut membantu Bayern Munich menjuarai Bundesliga dan DFB-Pokal. Ia juga mencatatkan 61 gol bersama klub dalam periode tersebut.

Jika kontribusinya bersama tim nasional Inggris turut dihitung, total gol Kane mencapai 73 dalam 65 pertandingan. Statistik itu menjadi sorotan utama yang dikaitkan dengan keberhasilannya meraih penghargaan individu tersebut.

Kane juga disebut menjadi pemain Inggris pertama sejak Michael Owen pada 2001 yang memenangkan Ballon d’Or. Pencapaian tersebut menambah panjang perjalanan pemain Inggris dalam penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola.

Tidak Ditentukan Trofi

Kisah Messi, Ronaldo, dan Kane memperlihatkan bahwa penghargaan Ballon d’Or tidak selalu berjalan seiring dengan keberhasilan memenangkan trofi terbesar.

Penampilan individu, jumlah gol, konsistensi, dan kontribusi terhadap permainan tim turut menjadi aspek yang dapat memengaruhi penilaian.

Meski demikian, pencapaian kolektif tetap menjadi bagian penting dalam menilai musim seorang pemain. Perbandingan antarpemenang juga perlu memperhatikan periode penilaian, kompetisi yang diikuti, serta trofi yang berhasil diraih.

Karena itu, keberhasilan meraih Ballon d’Or tanpa memenangkan trofi besar menjadi topik menarik dalam diskusi sepak bola. Penghargaan ini memperlihatkan bagaimana performa individu dapat memperoleh pengakuan tersendiri di tengah persaingan klub dan tim nasional.


Iklan