Kejadian bermula ketika Mbappé ditanya mengenai meme favoritnya dalam acara podcast The Bridge. Ia menyebutkan meme favoritnya adalah wajah Mbappé yang diedit dengan berpakaian seperti seorang diktator.
Meski tidak menyebut foto tersebut mengarah ke Mao Zedong, komentar Mbappé tersebut memicu reaksi dari masyarakat di China.
Publik menilai candaan mengenai Mao Zedong dianggap sensitif dan masih menjadi hal yang tabu di negara tersebut.
Selain memicu reaksi publik, sejumlah perusahaan mulai menarik kerja sama dengan Mbappé. Salah satu perusahaan pertama yang menghentikan kerja sama tersebut adalah perusahaan minuman asal China, Dongpeng.
Dongpeng menyatakan penghentian kerja sama dilakukan dengan segera karena perusahaan tersebut memiliki kebijakan tanpa toleransi terhadap tindakan yang dianggap menyinggung perasaan masyarakat China.
Setelah menerima kecaman publik di China, Kylian Mbappé akhirnya buka suara dan meminta maaf kepada masyarakat China.
Mbappé mengakui komentarnya merupakan tindakan yang keliru dan memahami bahwa perkataannya telah menyakiti banyak orang di China dan penggemarnya di dunia.
Saya meminta maaf kepada semua orang yang tersinggung oleh kata-kata saya. Ini sama sekali bukan niat saya. Saya sangat menghormati rakyat Tiongkok dan sejarah mereka, dan saya sungguh menyesal,”
ujar Mbappé di Al Jazeera, Rabu 28 Oktober 2026.
Dihapus dari Gim
Tidak berhenti di sponsor, kontroversi tersebut kini merambah ke industri gim. Mengutip dari Goal.com, Rabu 28 Oktober 2026, gim sepak bola FC Online telah menghapus semua konten yang berkaitan dengan Mbappé. FC Online menyebut langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap kontroversi yang terjadi.
Pro Evolution Soccer (PES) versi Online dan PES Mobile versi China, menghentikan seluruh promosi yang berkaitan dengan pemain Real Madrid tersebut.
Pihak PES menilai, olahraga dapat melampaui batas negara tetapi rasa hormat harus tetap dijaga.
Dengan keputusan tersebut, dampak kontroversi Mbappé kini tidak hanya menyentuh hubungan komersialnya dengan perusahaan China, tetapi juga merambah industri sepak bola, gim, hingga mengancam karier sepak bolanya.