Kondisi ini membuat PSSI dan Timnas Indonesia perlu mempertimbangkan stadion alternatif apabila memiliki agenda pertandingan internasional sebelum proses perbaikan selesai.
Direktur Pembangunan dan Pengembangan Usaha PPKGBK, Mokhamad Rofik Anwar, menjelaskan bahwa tahap awal pengerjaan proyek dilakukan dengan mengupas rumput lapangan.
Langkah tersebut diperlukan agar proses pemancangan untuk penguatan struktur dapat dilaksanakan. Akibatnya, aktivitas olahraga, terutama pertandingan sepak bola, untuk sementara tidak bisa digelar di SUGBK.
Ya, jadi sejak 30 Oktober, itu rumputnya kita kupas untuk melakukan proyek pemancangan, sehingga kegiatan olahraganya yang enggak bisa digunakan. Tapi untuk kegiatan-kegiatan lain masih bisa digunakan,”
kata Rofik dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat, 30 Oktober 2026.
Dengan dimulainya proyek tersebut, peluang Timnas Indonesia tampil di SUGBK pada FIFA Matchday Maret 2027 masih belum dapat dipastikan.
Tetap Gelar Konser
Walaupun tidak bisa digunakan untuk pertandingan sepak bola, SUGBK tetap akan melayani sejumlah agenda di luar kegiatan olahraga.
PPKGBK memastikan berbagai acara yang telah masuk dalam kalender kegiatan stadion tetap dapat diselenggarakan.
Untuk melindungi area lapangan selama kegiatan berlangsung, pengelola akan menggunakan pelapis khusus atau grass cover.
Sejumlah agenda besar yang tetap dijadwalkan berlangsung di SUGBK antara lain Perayaan Natal Tiberias pada 5 Desember 2026 serta konser BTS pada 26, 27, dan 29 Desember 2026.
Sementara itu, penanaman rumput baru direncanakan berlangsung pada akhir Januari 2027. Setelah tahap tersebut, lapangan masih membutuhkan waktu untuk melalui masa percobaan (trial) sebelum kembali digunakan untuk pertandingan.
Kami baru tanam rumputnya pada akhir bulan Januari sesuai timeline yang kami tetapkan. Dengan masa trial itu, kami harap akhir April situasi sudah lebih baik, dibandingkan dengan rumput yang dipakai FIFA Matchday sebelumnya,”
ujar Rofik.
Ditargetkan April 2027
Berdasarkan jadwal pengerjaan yang disampaikan pengelola, SUGBK diharapkan dapat kembali digunakan untuk kegiatan sepak bola menjelang akhir April 2027.
Artinya, agenda pertandingan Timnas Indonesia pada Maret 2027 kemungkinan harus digelar di stadion lain apabila proses revitalisasi belum selesai sesuai target.
Penanaman rumput pada akhir Januari bukan menjadi tahap terakhir. Pengelola masih perlu memastikan kondisi permukaan lapangan, kekuatan struktur, serta kualitas rumput telah memenuhi standar sebelum stadion kembali menggelar pertandingan.
Karena itu, kesiapan SUGBK untuk FIFA Matchday Maret 2027 masih bergantung pada perkembangan proyek dalam beberapa bulan mendatang.
Direktur Utama PPKGBK, Rakhmadi A. Kusumo, menegaskan bahwa Timnas Indonesia tetap menjadi prioritas utama dalam pemanfaatan SUGBK.
Meski demikian, pihak pengelola belum dapat memberikan kepastian apakah stadion bisa kembali digunakan lebih cepat daripada jadwal yang telah direncanakan.
Menurut Rakhmadi, proses pengerjaan harus mengutamakan kualitas dan ketepatan waktu. Pihaknya tidak ingin memberikan janji terlalu dini apabila kondisi lapangan belum benar-benar siap untuk digunakan.
Kami khawatir kalau terlalu menjanjikan sekarang, sementara tim ingin presisi dan terbaik, jadi kami harus hati-hati. Makanya, baru bisa lihat mungkin di bulan satu atau bulan dua kepastiannya,”
kata Rakhmadi.
Ia juga memastikan bahwa apabila kondisi lapangan memungkinkan untuk digunakan lebih awal, Timnas Indonesia akan menjadi pihak yang diprioritaskan.
Tapi kami tetap prioritaskan ke Timnas dulu. Adapun kalau ternyata di lapangan bisa lebih baik, itu akan kami dedikasikan untuk Timnas dulu,”
tukasnya.
Timnas Indonesia
Dengan target penyelesaian proyek pada April 2027, penggunaan SUGBK untuk pertandingan Timnas Indonesia pada Maret masih menyisakan tanda tanya.
Timnas Indonesia kemungkinan harus menyiapkan alternatif stadion apabila jadwal FIFA Matchday berlangsung ketika lapangan belum dinyatakan layak digunakan.
Keputusan akhir diperkirakan baru dapat diketahui setelah pengelola melakukan evaluasi terhadap perkembangan pengerjaan, termasuk kondisi rumput dan kesiapan struktur lapangan.
Meski demikian, komitmen PPKGBK untuk memprioritaskan Timnas Indonesia memberikan peluang apabila proses revitalisasi dapat berjalan lebih cepat dari perkiraan.
Kini, publik sepak bola nasional tinggal menantikan perkembangan proyek SUGBK dan kepastian stadion yang akan digunakan skuad Garuda pada agenda internasional Maret 2027.