Sejumlah pembalap MotoGP keberatan untuk melakukan perjalanan ke Qatar akibat kondisi geopolitik Timur Tengah. Pihak penyelenggara juga mengonfirmasi bahwa balapan yang seharusnya digelar pada April dipindahkan ke awal November lantaran ketegangan global.
“Keputusan ini diambil dengan sangat hati-hati dan dalam koordinasi penuh dengan mitra kami di Qatar dan di seluruh paddock. Prioritas kami selalu keselamatan dan kesejahteraan semua orang yang terlibat dalam MotoGP, serta memastikan bahwa setiap Grand Prix diselenggarakan dengan standar setinggi mungkin”
ujar CEO MotoGP Carmelo Ezpeleta, dikutip dari MotoGP.com Jumat, 30 Oktober 2026.
Selain itu, sejumlah pembalap juga telah menggelar pertemuan untuk membahas kondisi keselamatan jelang berlangsungnya GP Qatar. Mereka meminta jaminan tertulis terkait keamanan.
Masih Masuk Rencana
Meski terdapat keluhan dari sejumlah pembalap, balapan yang digelar pada malam hari tersebut masih terdaftar dalam kalender musim 2026 oleh pihak MotoGP. Para pembalap yang enggan mengikuti kompetisi tersebut dikabarkan akan mendapat sanksi kepada tim balap, karena telah menyepakati perjanjian kontrak.






