Menurut Deris, keberadaan liga reguler sangat dibutuhkan agar pesepak bola wanita memiliki wadah untuk mengasah kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman bertanding secara konsisten.
Digelar Setiap Tahun
Deris menilai kompetisi sepak bola wanita tidak seharusnya hanya diselenggarakan dalam bentuk turnamen yang berlangsung sesekali.
Menurutnya, liga dengan jadwal pertandingan berjenjang dapat memberikan kesempatan bermain yang lebih luas bagi para pemain.
Keberlangsungan kompetisi setiap musim juga dinilai penting untuk meningkatkan kualitas individu maupun perkembangan tim secara keseluruhan.
Saya berharap kompetisi ini bisa digelar setiap tahun agar seluruh pemain sepak bola wanita memiliki kesempatan untuk terlibat dan berkembang sama seperti dengan sepak bola putra,”
kata Deris kepada owrite.id, Jumat 30 Oktober 2026.
Ia berharap penyelenggaraan IWL tidak berhenti pada musim 2026/2027 saja. Kompetisi tersebut diharapkan menjadi agenda rutin sehingga pembinaan pemain wanita di Indonesia dapat berjalan lebih terarah.
Perhatian Lebih Besar
Selain berharap kompetisi berlangsung setiap tahun, Deris juga menyoroti pentingnya perhatian PSSI terhadap perkembangan sepak bola wanita.
Ia menginginkan sepak bola putri memperoleh dukungan yang seimbang dengan sepak bola putra, terutama dalam hal penyelenggaraan kompetisi.
Menurutnya, liga yang berkelanjutan merupakan salah satu bentuk dukungan paling penting untuk mendorong kemajuan sepak bola wanita nasional.
Selain itu saya juga ingin sepak bola wanita bisa mendapatkan perhatian yang sama seperti sepak bola pria, khususnya dari sisi kompetisi. Jadi, menurut saya, kompetisi ini memang harus ada setiap tahun,”
tambahnya.
Harapan tersebut muncul karena kompetisi reguler dapat membantu pemain meningkatkan kemampuan, membangun pengalaman, serta menjaga konsistensi permainan.
Diikuti Enam Klub
Indonesia Women’s League 2026/2027 menjadi kesempatan bagi enam klub untuk bersaing dalam kompetisi sepak bola wanita nasional.
Enam peserta yang ambil bagian adalah Dewa United FC Women, Persikad Women, Persita Women, FC Bekasi City Women, Garudayaksa FC Women, dan Persija Jakarta Women.
Kompetisi menggunakan format triple round-robin, yaitu setiap tim akan saling berhadapan sebanyak tiga kali pada fase reguler.
Dengan format tersebut, terdapat 15 pekan pertandingan dan total 45 laga yang dijadwalkan berlangsung sepanjang musim reguler.
Persaingan IWL 2026/2027 tidak hanya berlangsung untuk memperebutkan posisi terbaik di klasemen. Empat tim teratas pada akhir fase reguler akan mendapatkan tiket menuju babak semifinal.
Format tersebut membuat setiap pertandingan memiliki arti penting bagi seluruh peserta. Konsistensi dalam mengumpulkan poin menjadi faktor utama untuk mengamankan tempat di empat besar.
Berdasarkan jadwal kompetisi, fase reguler direncanakan berlangsung hingga 17 Januari 2027. Setelah itu, babak semifinal akan digelar pada 23 Januari 2027. Sementara pertandingan perebutan tempat ketiga dan partai final dijadwalkan berlangsung pada 30 Januari 2027.
Sepak Bola Wanita
Kembalinya Indonesia Women’s League setelah vakum selama tujuh tahun menjadi langkah penting bagi sepak bola wanita Indonesia. Namun, keberhasilan kompetisi tidak hanya diukur dari penyelenggaraan satu musim.
Keberlanjutan liga setiap tahun menjadi salah satu hal yang diharapkan para pelaku sepak bola wanita, termasuk Deris Herdiansyah.
Dengan adanya kompetisi reguler, pemain memiliki kesempatan lebih besar untuk mendapatkan menit bermain, meningkatkan kualitas, dan mengembangkan karier profesional.
Harapan Deris agar PSSI memberikan perhatian yang lebih besar terhadap sepak bola putri juga menjadi pengingat bahwa perkembangan sepak bola nasional membutuhkan pembinaan yang berjalan di semua sektor.
IWL 2026/2027 diharapkan menjadi awal dari kompetisi yang lebih konsisten, sehingga sepak bola wanita Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk berkembang pada masa mendatang.